Jenazah dr Soeko dievakuasi dari Wamena ke Jayapura
Kamis, 26 September 2019 7:43 WIB
Almarhum dr Soeko Marsetiyo (53) korban demo anarkis di Wamena, Papua, pada Senin (23/9/2019). (ANTARA/HO/Dinas Kesehatan Papua)
Jayapura (ANTARA) - Jenazah dr Soeko Marsetiyo (53) korban penganiayaan dalam aksi demo anarkis di Wamena, Papua, dievakuasi ke Jayapura.
Sekretaris Dinas Kesehatan Papua dr Silvanus Sumule kepada ANTARA di Jayapura, Kamis, mengatakan jenazah dokter yang sudah mengabdi selama 15 tahun di pedalaman Papua itu dievakuasi menggunakan pesawat Hercules TNI AU.
Almarhum dr Soeko yang telah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro ditemukan terluka dan sempat dilarikan ke RSUD Wamena, namun nyawanya tidak tertolong.
“Dunia kesehatan berduka dan berharap tidak ada lagi tenaga medis yang menjadi korban,” katanya.
Sementara itu, dr Sumule mengatakan dari laporan yang diterima, korban saat itu dihadang dan dianiaya pendemo seusai memeriksa warga di Wamena.
”Memang dr. Soeko tercatat sebagai dokter di Tolikara namun dirinya sering melayani masyarakat di sekitar Wamena,” ujar dia.
Jenazah almarhum dr. Soeko rencananya akan disemayamkan di kantor Dinas Kesehatan Papua di Kotaraja dan pada Jumat (27/9), akan dibawa ke Yogyakarta untuk dimakamkan, kata dr Sumule.
Demo anarkis yang terjadi di Wamena, Senin (23/9), telah menghilangkan 30 nyawa dan sekitar 70 orang masyarakat mengalami luka-luka serta ratusan bangunan baik milik pemerintah maupun swasta dibakar dan dirusak.
Sekretaris Dinas Kesehatan Papua dr Silvanus Sumule kepada ANTARA di Jayapura, Kamis, mengatakan jenazah dokter yang sudah mengabdi selama 15 tahun di pedalaman Papua itu dievakuasi menggunakan pesawat Hercules TNI AU.
Almarhum dr Soeko yang telah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro ditemukan terluka dan sempat dilarikan ke RSUD Wamena, namun nyawanya tidak tertolong.
“Dunia kesehatan berduka dan berharap tidak ada lagi tenaga medis yang menjadi korban,” katanya.
Sementara itu, dr Sumule mengatakan dari laporan yang diterima, korban saat itu dihadang dan dianiaya pendemo seusai memeriksa warga di Wamena.
”Memang dr. Soeko tercatat sebagai dokter di Tolikara namun dirinya sering melayani masyarakat di sekitar Wamena,” ujar dia.
Jenazah almarhum dr. Soeko rencananya akan disemayamkan di kantor Dinas Kesehatan Papua di Kotaraja dan pada Jumat (27/9), akan dibawa ke Yogyakarta untuk dimakamkan, kata dr Sumule.
Demo anarkis yang terjadi di Wamena, Senin (23/9), telah menghilangkan 30 nyawa dan sekitar 70 orang masyarakat mengalami luka-luka serta ratusan bangunan baik milik pemerintah maupun swasta dibakar dan dirusak.
Pewarta : Evarukdijati
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tujuh mahasiswa STKIP Tamsis Bima ikuti program mobilitas Internasional di kampus Malaysia
21 April 2026 21:35 WIB
STKIP Tamsis Bima nahkodai revitalisasi pendidikan karakter SD di Kabupaten Bima
20 April 2026 11:21 WIB
Bupati Mempawah Erlina Dilantik Jadi Ketum Aspeksindo, Fokus Dua Pilar Transformasi
15 April 2026 14:29 WIB
STKIP Tamsis Bima perkuat integritas karakter civitas akademika lewat Gerakan Subuh Berjamaah
03 April 2026 10:32 WIB
Cetak akademisi unggul, S2 STKIP Tamsis Bima bangun budaya riset sejak awal
28 February 2026 20:21 WIB
PGSD STKIP Taman Siswa Bima matangkan strategi kuliah semester genap 2025/2026
27 February 2026 10:55 WIB
Qori dan Qoriah Internasional menginspirasi kampus, UM Bima gaungkan generasi Qur'ani
26 February 2026 21:27 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024