Mataram, 6/5 (ANTARA) - Sebanyak 7.957 siswa sekolah menengah  pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mengikuti ujian nasional ulangan karena tidak lulus pada ujian utama.

   "Sebanyak 7.957 dari 78.154 siswa SMP yang mengikuti UN utama, akan mengulang ujian ulangan karena ada beberapa mata pelajaran yang nilainya tidak memenuhi standar kelulusan," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB H Lalu Syafi'i di Mataram, Kamis.

   Di depan Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB M. Irfan dan sejumlah perwakilan dari Dinas Dikpora kabupaten/kota, Syafi'i menyebutkan, siswa yang tidak mengulang UN pada tahun ajaran 2009/2010 sebanyak 70.197 orang atau 89,82 persen, sedangkan siswa yang akan mengulang UN sebanyak 7.957 atau sebesar 10,18 persen.

   Ia mengatakan, siswa SMP yang akan mengulang UN terbanyak berada di Kabupaten Sumbawa yakni 2.259 siswa dari 6.744 peserta, disusul Kabupaten Dompu 1.544 dari 5.590 peserta, Kota Mataram 1.204 dari 6.741 peserta, Kabupaten Lombok Timur 665 dari 17.759 peserta.

   Selanjutnya, Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 605 dari 14.384 peserta, Bima 601 dari 9.457 peserta, Kota Bima 391 dari 2.915 peserta, Kabupaten Sumbawa Barat 319 dari 1.745 peserta, Lombok Barat 268 dari 9.846 peserta dan Kabupaten Lombok Utara sebanyak 101 dari 2.973 peserta.

   "Para siswa yang dinyatakan mengulang UN belum bisa dikatakan tidak lulus UN karena mereka masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki nilai dengan hanya mengulang ujian pada mata pelajaran yang nilainya tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan," ujarnya.

   Syafi'i berharap melalui UN ulang yang akan digelar pada 17 hingga 20 Mei 2010, persentase kelulusan UN siswa SMP di NTB tahun ajaran 2009/2010, sesuai atau bahkan melampaui target yang ditetapkan yakni sebesar 92,82 persen.

   Untuk itu, pihaknya mengimbau seluruh kepala sekolah untuk mempersiapkan anak didiknya mulai dari sekarang dengan memberikan semangat dan motivasi yang kuat agar mereka mampu menjawab soal-soal yang akan diujikan.

   "Kami imbau seluruh kepala sekolah agar menyiapkan siswa-siswinya yang akan ujian ulangan. Evaluasi letak lemahnya di mata pelajaran apa. Dan yang sangat penting yakni para siswa harus tetap bersemangat untuk menghadapi UN ulangan," katanya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026