Mataram (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Barat belajar tentang pengelolaan Balai Pendidikan, Pelatihan dan Promosi Ekspor Daerah didua provinsi yang dinilai memiliki reputasi dalam mengelola lembaga itu.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Hery Erpan Rayes, di Mataram, Selasa, Menyebutkan dua provinsi tersebut yaitu Surabaya, Jawa Timur dan Makasar, Sulawesi Selatan. Dua provinsi ini memiliki nilai lebih dalam penanganan masalah tersebut.
"Tahap pertama, ada lima orang yang dikirim untuk belajar di BP3ED Surabaya, khusus untuk peningkatan SDM. Kemudian tahap kedua sebanyak dua orang akan dikirim ke Makassar, khusus untuk belajar tentang teknologi informasi," katanya.
Ia mengatakan, sebanyak lima orang yang sudah diberangkatkan pada tahap pertama tersebut akan berada selama kurang lebih satu minggu di Surabaya. Mereka akan diberi berbagai pelatihan tentang manajemen pengelolaan BP3ED.
"Kami sengaja memilih BP3ED Surabaya dan Makassar sebagai tempat pelatihan karena kedua lembaga itu dinilai memiliki SDM yang sangat bagus," katanya.
Selain di dua provinsi itu, juga berencana mengirim tenaga SDM ke Pusat Promosi Indonesia (PPI) di Jakarta, khusus untuk belajar tentang strategi promosi produk agar bisa membuka peluang ekspor bagi komoditi unggulan NTB.
Tenaga SDM yang akan dikirim ke PPI direncanakan sebanyak dua orang dari tujuh orang pegawai yang ada di BP3ED NTB, yang direkrut dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS) dengan latar belakang keahlian yang berbeda-beda.
"Dengan berbagai pelatihan yang sudah diperoleh, diharapkan BP3ED NTB akan mampu berkembang menunjang kegiatan promosi dan peningkatan ekpsor komoditi unggulan NTB," katanya.
BP3ED NTB yang sudah beroperasi pada pertengahan 2010, juga sudah menggelar workshop pelaksanaan pameran berskala internasional bekerjasama dengan Lembaga Internasional Multi Donor Fund (World Bank) beberapa waktu lalu.
Workshop yang dihadiri Takiko Koyama dari Bank Dunia bersama pemateri dari Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), Kementerian Perdagangan tersebut mengarah pada upaya memberi pemahaman mengenai dunia usaha.
"Ini sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat untuk memberikan pemahaman kepada pengusaha maupun eksportir asal NTB tentang pentingnya menjadi bagian dari pameran berskala internasional," kata dia.
Selain itu, pemerintah pusat juga telah menyiapkan perangkat keras, perangkat lunak dan modul terkait dengan ekspor yang diberikan kepada para pengusaha dan masyarakat yang masih awam tentang ekspor.
"Kami masih menunggu bantauan peralatan teknologi informasi tersebut. Meskipun hanya beberapa unit, tidak apa-apa. Yang penting ada dulu. Ke depan kita akan upayakan menambah lagi," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026