Lombok Barat,  (ANTARA)- Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat, Nyoman Sembah mengatakan, mulai tahun 2011 daerah ini mulai memprogramkan biogas.

   "Biogas ini merupakan energi alternatif untuk menjadi bahan bakar dan tenaga listrik," katanya kepada wartawan di Giri Menang, Sabtu.

   Menurutnya, program biogas ini sangat pas dilakukan di Lombok Barat, sebab daerah ini memiliki populasi ternak dan potensi kandang kumpul peternakan sapi, kerbau bahkan kuda yang mampu menghasilkan kotoran untuk diolah menjadi biogas.

   Untuk tahap awal, pihaknya akan melakukan uji coba pada Desa Gerung Selatan Kecamatan Gerung, yang sudah memiliki kelompok masyarakat peduli lingkungan.

   "Mereka sudah menyatakan siap untuk menjadi lokasi uji coba penggolahaan biogas dari kotoran kuda, sapi, dan kerbau,? katanya.

   Ia mengatakan, untuk mendukung program biogas tersebut pihaknya akan mengajukan anggaran melalui dana alokasi khusus (DAK) dari pemeritah pusat.

   "Program ini juga menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi permasalahan sampah di daerah ini," katanya.

   Dikatakan Nyoman, manfaat biogas sebagai bahan pengganti khususnya minyak tanah dapat digunakan memasak, namun tidak menimbulkan bau sedikit pun, sehingga aman untuk digunakan.

Sedangkan dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik, yang sangat cocok digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik, terutama untuk dusun yang belum terjangkau listrik.

   "Di samping itu, dari proses biogas akan dihasilkan sisa kotoran ternak yang dapat langsung digunakan sebagai pupuk organik bagi berbagai tanaman pertanian maupun budidaya," katanya.(*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026