Sumbawa Barat, NTB, 30/3 (ANTARA)- Wakil Bupati Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat, H.Mala Rahman, ikut berorasi ketika menyambut aksi masyarakat yang tergabung dalam gerakan masyarakat tutup tambang, di Taliwang, Rabu (30/2).
   Wabup dalam orasinya memastikan pemerintah Sumbawa Barat menindaklanjuti harapan dan desakan warga agar pemerintah pusat memberikan hak divestasi 7 persen saham kepada daerah penghasil.
   "Harapan masyarakat juga harapan pemerintah. Jadi, bupati kini terus berupaya mendesak pemerintah pusat agar tidak memaksakan kehendak mengambil alih pembelian saham itu," katanya menyikapi dorongan agar kepala daerah segera memberlakukan Surat keputusan (SK) No.148 A terkait penutupan tambang PT Newmont Nusa Tenggara, sebagai bentuk protes terhadap pemerintah pusat.
Di hadapan massa Mala Rahman mengaku bersyukur  rakyat Sumbawa Barat  ternyata mendukung upaya  strategis yang dilakukan pemerintah. Apalagi, Pemkab Sumbawa Barat berkeyakinan,  keberadaan tambang PT Newmont Nusa Tenggara harus mampu memberikan kesejahteraan lebih bagi  pewaris tambang itu dimasa akan datang.

   Wabup mengakui, pemerintah daerah sudah melayangkan nota protes dan desakan resmi kepada pusat. Demikian juga hasil uji konsentrat yang selama ini tertutup dan tidak diketahui publik, akan segera diumumkan pemerintah.

   Wabup mengatakan, ia akan melaporkan  kepada bupati sekaligus memastikan kepada pemerintah pusat bahwa tuntutan pemerintah daerah selama ini harus direspons.

   "Kita tidak tahu mungkin ada nota protes lanjutan. Akan tetapi, seluruh tuntutan sikap masyarakat hari ini, akan kami sampaikan kepada pusat. Apalagi selama ini, harapan kita belum direspons," ucapnya. 
   Sementara itu, dalam aksi ratusan pendemo meneriakkan yel-yel agar bupati berani melakukan langkah tegas sesuai kewenangan untuk menutup operasi tambang PT Newmont Nusa Tenggara jika memang tidak  memberikan warisan  yang layak bagi Sumbawa Barat.

  "Kami menuntut keadilan  pemerintah pusat. Seluruh kekayaan alam perut bumi kita yang dikeruk harus diketahui. Maka itu, kami mendesak agar hasil uji sampel konsentrat PTNNT segera diumumkan untuk mengetahui, kesepadanan antara kekayaan yang dikeruk dan diterima rakyat," kata Kamaruddin, salah seorang pendemo.
   Puluhan personil Polisi terlihat bersiaga mengamankan aksi. Aksi berlangsung aman dan lancar.(*)


 


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026