"Penderita chikungunya biasanya mengalami kelumpuhan paling lama 14 hari. Tapi kami terima laporan ada yang sampai satu bulan sakit. Itulah kenapa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencoba meneliti penyebabnya," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Lingkungan Dinas Kesehatan NTB I Made Suadnya, di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenkes melakukan penelitian bekerjasama dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, Jawa Tengah.
Balitbang Kemenkes bertugas melakukan penelitian contoh serum darah yang diambil dari penderita chikungunya, sedangkan B2P2VRP Salatiga meneliti nyamuk penyebab chikungunya.
Suadnya mengatakan, proses penelitian yang melibatkan dua orang tenaga ahli dari Balitbang Kemenkes dan dua orang dari B2P2VRP Salatiga, sudah berlangsung satu minggu sebelumnya.
Pengambilan sampel dilakukan di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, karena di wilayah tersebut ditemukan penderita chikungunya yang mengalami sakit lebih dari 14 hari.
Jumlah penderita yang dijadikan sampel sebanyak 30 orang terdiri dari 15 orang dari Kota Mataram dan 15 orang dari Lombok Barat.
Contoh atau sampel penelitian tersebut dibawa ke laboratorium B2P2VRP Salatiga, untuk mengidentifikasi virus dan apakah ada nyamuk dari spesies lain penyebab chikungunya.
"Proses pemeriksaan di laboratorium kemungkinan akan memakan waktu cukup lama, bisa berbulan-bulan karena yang diteliti juga cukup rumit," ujarnya.
Menurut dia, penderita chikungunya yang mengalami sakit lebih dari 14 hari tidak saja ditemukan di NTB, tetapi terjadinya juga di sejumlah provinsi di Indonesia.
"Oleh sebab itu, Kementerian Kesehatan melakukan penelitian agar diketahui apa penyebabnya, sehingga bisa diambil kebijakan dalam rangka melindungi masyarakat," kata Suadnya.
Penyakit chikungunya adalah penyakit yang di sebabkan oleh virus chik yang di bawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk yang juga penular penyakit demam berdarah. Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri pada sendi, rasa ngilu pada hampir seluruh bagian tubuh dan timbul bintik bintik merah pada kulit.
Walaupun penyakit ini jarang dapat menyebabkan kematian dan bahkan sangat kecil sekali, tapi bagi penderitanya di hadapkan pada rasa nyeri yang berkepanjangan, biasanya tujuh sampai 10 hari dan akan sangat menyiksa sekali.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026