Mataram, 1/5 (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Barat, mencatat nilai ekspor kerajinan rotan ke lima negara pada triwulan I 2010 mencapai 24,2 juta dolar Amerika Serikat.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nusa Tenggara Barat (NTB) Munir, di Mataram, Minggu, menyebutkan, lima negara tujuan ekspor kerajinan rotan periode Januari-Maret 2011, yaitu Israel dengan nilai eskpor mencapai 10,3 juta dolar Amerika Serikat.
"Selanjutnya, Chili dengan nilai ekspor mencapai 5,4 juta dolar AS, Peru 4,5 juta dolar AS, Kolumbia 2,3 dolar AS, dan Maladewa sebesar 1,5 juta dolar AS," katanya.
Selain kerajinan rotan, kata dia, NTB juga mengekspor kerajinan anyaman rotan ke Jerman 479.224 dolar AS, serta bahan baku rotan ke India sebanyak 8.000 ton dengan nilai mencapai 13,2 juta dolar AS.
Kerajinan rotan dan bahan baku rotan tersebut sebagian besar berasal dari Pulau Sumbawa, dan dikirim oleh eksportir di wilayah itu melalui pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.
Munir memperkirakan, nilai ekspor kerajinan rotan pada 2011 akan melebihi nilai ekspor pada 2010 yang mencapai 28,5 juta dolar AS, dengan negara tujuan Singapura, Mali, Chili dan Peru.
"Hingga triwulan I 2011 saja nilaii ekspor kerajinan rotan sudah mencapai lebih dari 24 juta dolar AS. Peluang ekspornya juga masih terbuka lebar," ujarnya.
Kerajinan rotan, kata dia, merupakan salah satu komoditi ekspor NTB dari hasil kehutanan. Bahan baku produk tersebut sebagian besar diperoleh eksportir di Pulau Sumbawa.
Ia mengatakan, guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para pelaku usaha (pengusaha/eksportir), aparatur yang membidangi perdagangan dan instansi teknis terkait di daerah yang menangani hasil komoditi hasil kehutanan, Disperindag NTB akan menggelar penyuluhan tentang komoditas ekspor hasil kehutanan.
"Penyuluhan tahap pertama pada 2011 ini rencananya akan digelar di Kabupaten Sumbawa Barat, pada minggu pertama Mei 2011. Pemateri yang akan dihadirkan dari Disperindag NTB, Diskoperindag Kabupaten Sumbawa Barat dan dari salah satu pengusaha komoditi hasil kehutanan yang dinilai sukses," kata Munir.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026