Mataram, 12/5 (ANTARA) - Sebanyak 21 lumbung pangan modern di Nusa Tenggara Barat akan memperoleh penguatan modal untuk membeli cadangan pangan. "Lumbung pangan modern yang akan memperoleh penguatan modal pada 2011 adalah lumbung pangan yang dibangun dari dana alokasi khusus tahun anggaran 2009 sebanyak 10 unit dan dari APBD tahun anggaran 2010 sebanyak 11 unit," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Husnanidiaty Nurdin, di Mataram, Kamis. Ia menyebutkan, masing-masing lumbung pangan modern akan memperoleh penguatan modal sebesar Rp20 juta, sehingga total anggaran yang akan dialokasikan mencapai Rp420 juta. Menurut Husnanidiaty, lumbung pangan modern yang akan mendapat bantuan penguatan modal adalah lumbung pangan yang dikelola dengan baik oleh Gabungan kelompok tani (Gapoktan). Proses seleksi Gapoktan pengelola lumbung pangan yang berkinerja baik dilakukan oleh masing-masing kabupaten/kota. "Data lumbung pangan yang akan mendapatkan bantuan dana sudah diserahkan oleh kabupaten/kota ke BKP NTB. Sekarang dalam proses verifikasi, apakah sesuai atau tidak dengan data yang diserahkan kabupaten/kota," ujarnya. Ia mengatakan, jumlah lumbung pangan modern yang memperoleh dana penguatan pada 2011 relatif kecil, dibandingkan dengan jumlah keseluruhan lumbung pangan modern yang mencapai 171 unit. Masih terbatasnya dana bantuan, kata Husnanidiaty, disebabkan anggaran di Kementerian Pertanian juga banyak dialokasikan untuk program lainnya. Meskipun demikian, katanya, pihaknya tetap berupaya agar seluruh lumbung pangan modern bisa memperoleh bantuan penguatan modal agar kondisi ketahanan pangan di tingkat pedesaan tetap terjaga. "Kami upayakan seluruh lumbung pangan bisa ditingkatkan modalnya. Tentunya, dengan syarat lumbung pangan bantuan pemerintah itu tetap dikelola dengan baik," katanya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026