Mataram, 21/6 (ANTARA) - Merpati Nusantara Airlines menambah frekuensi penerbangan rute Mataram-Bima, Nusa Tenggara Barat, dan sebaliknya, dari tujuh kali menjadi sepuluh kali dalam seminggu, karena meningkatnya jumlah penumpang. "Sebelumnya penerbangan rute Mataram-Bima, hanya satu kali dalam sehari. Sekarang pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu ditambah menjadi dua kali, sehingga dalam seminggu mencapai 10 kali penerbangan," kata Branch Manager PT Merpati Nusantara Airlines, cabang Mataram, H. Kisworo, di Mataram, Selasa. Menurut dia, mayoritas penumpang pesawat Merpati dari Mataram-Bima dan sebaliknya adalah para pejabat pemerintah dan wisatawan, selebihnya berasal dari kalangan pengusaha. Meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan angkutan penerbangan udara itu disebabkan berkembangnya sektor pariwisata di Pulau Sumbawa. "Berbagai even pariwisata skala besar yang digelar di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) seperti Festival Lakey, diperkirakan menjadi salah satu faktor, meningkatnya minat masyarakat menggunakan pesawat dari Mataram ke Pulau Sumbawa," ujarnya. Kisworo memprediksikan, perekonomian di Pulau Sumbawa akan terus menggeliat, sehingga ke depan penumpang di jalur penerbangan akan semakin ramai. Namun, kata dia, pihaknya saat ini belum bisa menambah lagi frekuensi penerbangan, karena kendala kondisi cuaca yang terkadang tidak mendukung penerbangan. "Penerbangan sangat erat kaitannya dengan kondisi cuaca karena itu mempengaruhi keselamatan para penumpang. Cuaca di wilayah Pulau Sumbawa sering berubah," ujarnya. Ia menyebutkan, pihaknya memberlakukan tarif penerbangan dari Mataram-Bima dan sebaliknya mulai dari Rp400 ribu hingga Rp700 ribu. Pesawat yang digunakan adalah pesawat jenis MA-60 dengan kapasitas 54 sheet. "Selain Merpati, maskapai penerbangan yang melayani rute Bandara Selaparang Mataram - Bandara Salahuddin Bima, adalah TransNusa. Maskapai itu yang merintis rute penerbangan tersebut dengan subsidi dari pemerintah," ujarnya. ***

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026