Lombok Tengah (ANTARA) - Penerbangan Super Air Jet nomor IU 721 rute Lombok–Surabaya mengalami keterlambatan panjang dari jadwal semula pukul 16.55 WITA hingga 21.05 WITA pada Jumat (13/2). Keterlambatan lebih dari empat jam itu memicu protes dari sejumlah penumpang di ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional Lombok.
Pantauan di bandara, suasana ruang tunggu sempat memanas setelah informasi penundaan kembali diperbarui. Awalnya, penumpang menerima pemberitahuan bahwa keberangkatan ditunda hingga pukul 20.20 WITA. Namun hingga pukul 21.05 WITA, pesawat belum juga diberangkatkan.
Salah satu penumpang, Hakim, mengaku kecewa karena agenda pentingnya di Surabaya terpaksa batal akibat keterlambatan tersebut.
“Awalnya delay sampai 20.20. Tapi sampai pukul 21.05 belum juga berangkat. Saya kecewa banget. Padahal saya ada acara penting di Surabaya pukul 20.00. Karena masalah ini jadi gagal,” katanya.
Baca juga: Delay 5 jam, Lion Air beri kompensasi Rp300 ribu kepada penumpang di Bandara Lombok
Sejumlah penumpang terlihat mendatangi petugas maskapai untuk meminta penjelasan. Beberapa di antaranya menyampaikan keluhan dengan nada tinggi, mempertanyakan kepastian jadwal keberangkatan serta bentuk kompensasi atas keterlambatan yang terjadi.
“Kami minta kejelasan. Kalau memang ada kendala teknis atau operasional, sampaikan secara terbuka. Jangan hanya ditunda-tunda tanpa kepastian,” ujar penumpang lainnya.
"Saya tadi tanya petugas katanya pesawatnya ada, tapi krunnya gak ada. Kan aneh," tambahnya.
Sebagian penumpang juga menuntut adanya ganti rugi sesuai ketentuan yang berlaku, mengingat durasi keterlambatan telah melebihi empat jam. Mereka berharap maskapai memberikan tanggung jawab yang jelas berupa pengembalian dana, atau kompensasi lainnya sesuai regulasi penerbangan.
Baca juga: Garuda Indonesia alami "delay" membuat jamaah tertahan 28 jam
Pewarta : ANTARA NTB
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026