Mataram, 10/7 (ANTARA) - Puluhan petugas pemadam kebakaran dari Kota Mataram dan Lombok Barat, berhasil memadamkan api yang melalap sebagian gedung Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat setelah melalui upaya keras sekitar tiga jam.

   Kebakaran yang terjadi Minggu sekitar pukul 14.30 WITA tersebut baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 WITA.

   Para petugas pemadam kebakaran dari Kota Mataram dan Lombok Barat tampak kewalahan memadamkan api karena ruangan yang terbakar berada di dalam lingkungan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Nusa Tenggara Barat (NTB).

   Petugas juga terpaksa memecahkan kaca jendela dan mendobrak pintu ruangan agar bisa menyemprotkan air ke bagian atap ruangan yang sudah dilalap api.

   Dua unit kendaraan taktis milik Polda NTB jenis 'water canon' dan satu unit mobil penyiram tanaman milik Dinas Pertamanan Kota Mataram juga dikerahkan untuk membantu memadamkan kobaran api.

   Ribuan warga dari berbagai pelosok Kota Mataram juga ikut membantu proses pemadaman api dengan menyiramkan air dan membongkar genteng untuk memudahkan petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke titik api.

   Puluhan anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 1606 Lombok Barat dan puluhan anggota Polres Mataram juga diterjunkan untuk membantu pemadaman api dan evakuasi pasien.

   Anggota TNI dan Polri tersebut juga berupaya mengevakuasi berbagai dokumen penting dan alat-alat medis yang masih bisa diselamatkan.

   Kapolres Mataram, AKBP I Nyoman Sukena juga turun langsung memantau proses pemadaman api dan evakuasi ratusan pasien RSUP NTB.

   Ia juga menegaskan, pihaknya segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab terjadinya kebakaran.

   "Kami juga sudah berkoordinasi dengan tim forensik dari Polda Denpasar Bali. Mereka kami minta membantu mengidentifikasi penyebab kebakaran RSUP NTB," ujarnya.

   Sementara itu, Direktur RSUP NTB H. Mawardi Amry, mengatakan informasi yang diperoleh pihaknya salah seorang pasien atas nama Amak Kasif meninggal dunia pada saat dievakuasi.

   Pasien tersebut meninggal bukan karena kebakaran, namun karena memang kondisinya sudah kritis pada saat masuk rumah sakit sekitar pukul 13.00 WITA.

   "Pasien itu mengalami komplikasi jantung dan paru-paru. Kondisinya memang sudah kritis. Jadi meninggalnya bukan karena musibah kebakaran," ujarnya.

   Akibat kebakaran tersebut 18 ruang poliklinik, ruang radiologi dan ruang rawat jalan, hangus. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026