Dompu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat terus menggencarkan program penanekaragaman pangan non beras guna menguragi etergantungan pada pangan berbahan baku beras.

   Kepala Badan Ketahanan Pangan Penyuluh Pertanian (BKP3) Dompu H Abdul Haris di Dompu, Sabtu, mengatakan, pengembangan keanekaragaman pangan ini penting, karena di daerah ini cukup banyak bahan pangan yang bisa untuk menggantikan beras.

  "Program keaneragaman pangan di daerah ini, juga dimaksudkan  agar kedepan Dompu tidak mengalami rawan pangan. Kebutuhan pangan di daerah ini dari tahun ke tahun terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Banyak potensi bahan pangan lokal yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya.

   Potensi bahan pangan bergizi lain yang tersedia cukup banyak di Dompu, antara lain singkong, umbi-umbian dan jagung.

   Mengenai stok beras menghadapi bulan puasa Ramadhan, Haris mengatakan, ketersediaan pangan di Dompu aman karena produksi beras mengalami surplus.

   Data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Dompu, tahun 2010 mengalami surplus beras mencapai 51.174 ton atau sebesar 34,2 persen.

  "Total produksi padi pada 2010 mencapai 149.505 ton, sementara jumlah kebutuhan per kapita penduduk hanya 33.596 ton atau hanya 22,4 persen. Sisanya untuk kebutuhan benih dan dijual,"  kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dompu Ruslan.

   "Kami juga berupaya mengkampanyekan keaneragaman pangan agar warga Dompu terbiasa dengan pangan non beras," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026