Mataram, 5/12 (ANTARA) - Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat, tengah mendalami keberadaan aliran kepercayaan baru di Kabupaten Lombok Timur, yang telah memunculkan konflik sosial berupa aksi pengrusakan dan pembakaran rumah.

  "Kami (Bakor Pakem NTB) sudah mengambil langkah-langkah terkait masalah itu, akan ditelaah masalahnya apa sesunguhnya yang terjadi," kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Barat Muhammad Salim, di Mataram, Senin.

  Salim selaku Koordinator Bakor Pakem Provinsi NTB itu mengaku, sudah mendapat laporan terkait insiden pengrusakan dan pembakaran rumah tempat aktivitas aliran kepercayaan baru, yang dilakukan seratusan warga Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (4/12) sekitar pukul 09.30 Wita.

  Pada Sabtu (3/12) sekitar pukul 19.00 Wita, warga Desa Seruni itu melihat aktivitas aliran kepercayaan baru yang mereka duga sebagai aliran sesat karena pimpinan aliran kepercayaan baru itu memberikan pengajian kepada jamaahnya, sambil berteriak dan mengkonsumsi minuman keras.

  Seratusan warga kemudian mendatangi tempat pengajian tersebut dan meminta dihentikan dengan alasan masyarakat setempat yang umumnya beragama Islam itu merasa kenyamanan dan ketenangan hidupnya terganggu.

  Sempat terjadi pertengkaran hingga nyaris terjadi bentrokan fisik, sehingga aparat kepolisian membawa pimpinan dan kelompok aliran kepercayaan baru itu ke kantor polisi.

  Namun, pada Minggu (4/12) sekitar pukul 09.30 Wita, warga beramai-ramai mendatangi rumah yang  selama ini diduga sebagai tempat pengajian aliran kepercayaan baru itu hingga terjadi pengrusakan dan pembakaran rumah.

  Versi masyarakat setempat, aktivitas aliran kepercayaan baru yang mereka sebut sebagai aliran sesat itu, sudah berangsung sejak setahun terakhir ini.

  Pimpinan aliran kepercayaan baru itu teridentifikasi bernama Khairuddin Ahmad, yang kini telah memiliki lebih dari 20 orang pengikut yang berasal dari Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

  Menurut Salim, Bakor Pakem NTB segera menggelar rapat koordinasi guna menyamakan persepsi terkait aliran kepercayaan baru yang diduga sesat oleh masyarakat setempat.

  Rapat koordinasi Bakor Pakem NTB itu, juga akan melibatkan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTB dan kabupaten/kota, Kepala adan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) provinsi maupun Kabupaten Lombok Timur.

  "Insya Allah dalam waktu dekat digelar rapat koordinasi itu. Kita jangan gegabah menyimpulkan apakah itu aliran sesat atau apa, makanya sedang didalami pihak-pihak terkait," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026