"Hal itu sejalan dengan proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB yang merupakan daerah pendukung pangan dan pintu masuk pariwisata nasional," katanya pada acara pertemuan perbankan tahunan di Mataram, Senin.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekda NTB H M Nur, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB H Soegarenda, sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi NTB dan kalangan perbankan serta pengusaha.
Menurut Junaifin, perkembangan perekonomian Provinsi NTB tanpa sektor pertambangan mampu menunjukkan kinerja yang menggembirakan.
Hingga triwulan III 2011, kinerja perekonomian NTB tanpa sektor pertambangan mampu menunjukkan kinerja positif yang tumbuh hingga 5,17 persen secara "year on year" (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh sebesar 4,82 persen (yoy).
Laju pertumbuhan ekonomi telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan di NTB sebesar 1,82 persen, yakni dari 1.009.325 orang atau 21,55 persen pada 2010, turun menjadi 894.770 orang atau 19,73 persen pada 2011.
Kinerja perekonomian tersebut, kata dia, ditopang oleh sektor pertanian dan perdagangan, hotel, dan restoran yang didukung oleh suksesnya pembangunan proyek-proyek infrastruktur di NTB antara lain pembangkit listrik dan telah beroperasinya Bandara Internasional Lombok (BIL) di Kabupaten Lombok Tengah.
"Penopang lainnya adalah pembangunan mega proyek Bendungan Pandan Dure di Kabupaten Lombok Timur dan pengembangan kawasan wisata Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah," ujarnya.
Selain didukung sumber daya alam yang melimpah, kata dia, peningkatan pertumbuhan ekonomi NTB juga didukung oleh ketersediaan tenaga kerja potensial.
Berdasarkan jumlahnya, penduduk NTB terus menunjukkan peningkatan, di mana hingga akhir 2011 tercatat mencapai 4.500.212 jiwa, dengan rasio laki-laki sebesar 48,52 persen, sedangkan wanita mencapai 51,48 persen.
"Potensi tenaga kerja yang tersedia menjadi salah satu faktor utama pendukung tumbuhnya ekonomi Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Gubernur H M Zainul Majdi dan Waki Gubernur H Badrul Munir," ujarnya.
Dalam rangka mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, kata Junaifin, pihaknya bekerja sama dengan industri perbankan di NTB dan instansi terkait dalam upaya menggerakan sektor riil, antara lain melalui pembentukan klaster sapi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Upaya Bank Indonesia lainnya adalah memberikan bantuan teknis kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam rangka meningkatkan kapasitas dan akses ke perbankan.
(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026