
95 persen peserta pemagangan di DSP Mandalika diserap bekerja

Mataram (ANTARA) - Ketua Mandalika Hotel Asosiation (MHA), Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Samsul Bahri mengungkapkan 95 persen dari peserta pelatihan pola magang di Destinasi Wisata Super Prioritas (DWSP) Mandalika terserap menjadi pekerja di sejumlah hotel dan usaha industri pariwisata nasional itu.
"Sejak 2021 hingga tahun ini, Mandalika mendapat alokasi 190 orang peserta pemagangan untuk sektor pariwisata di kawasan DSP Mandalika. Kami pastikan lebih dari 95 persen terserap di dunia industri," kata Samsul Bahri saat sesi dialog interaksi dengan Ibu Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah pada acara Kick Off Pemagangan Destinasi Wisata Super Prioritas (DWSP) secara virtual dalam keterangan tertulis diterima wartawan di Mataram, Senin.
Karena tingginya penyerapan tersebut, pihaknya meminta Menteri Ketenagakerjaan untuk memberi lebih banyak kuota untuk NTB di tahun berikutnya.
"Kenapa karena banyak sekali perusahaan yang membutuhkan. Karena di Mandalika saat ini sedang banyak sekali investasi," ucapnya.
Menanggapi itu, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauzia berjanji akan memberikan penghargaan atau reward kepada daerah dan DSP serta perusahaan yang banyak menyerap alumni magang sebagai karyawan di dunia usaha dan dunia industri.
"Kalau perusahaan di daerah penyerapannya di atas 90 persen diberikan jatah lebih banyak tahun depan," ujarnya.
Menaker pun berpesan tiga hal agar kualitas SDM Pariwisata semakin meningkat, yaitu tata cara pelayanan yang berkaitan dengan bervariasi-nya kegiatan pariwisata, penggunaan peralatan dan perlengkapan yang diperlukan. Termasuk dalam bidang pelayanan, dan pengembangan sikap, perilaku, sopan santun, dan sebagainya.
Lebih jauh Menaker mengemukakan bahwa pada tahun 2022, Kemnaker telah melaksanakan program pemagangan yang difokuskan di lima DWSP sebanyak 500 orang yang dilaksanakan di 62 perusahaan.
"Ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Kementerian Ketenagakerjaan dalam peningkatan kualitas SDM pariwisata," ucapnya.
Menurut Ida, program pemagangan merupakan salah satu solusi tepat mengatasi masalah ketenagakerjaan, khususnya dalam menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai dengan pasar kerja. Terlebih pola magang yang dilaksanakan yaitu peserta magang mengikuti pelatihan kerja selama lima bulan yang dibimbing langsung oleh para mentor dan para praktisi yang sangat berpengalaman dari dunia usaha dan dunia industri.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi Menaker yang senantiasa mengupayakan agar tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi. Pasalnya, untuk menuju Indonesia Emas pada 2045 harus ditopang oleh SDM yang mumpuni dan berdaya saing tinggi.
"Saya mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan dalam menyiapkan tenaga kerja muda melalui pelatihan vokasi dan pemagangan yang ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Pemagangan Dalam Negeri Tahun 2022, khususnya Pemagangan di lima Destinasi Wisata Super Prioritas," kata Menko Maritim, Luhut.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi, mengatakan 100 orang peserta pemagangan DWSP untuk KEK Mandalika difasilitasi perekrutan-nya oleh Asosiasi Hotel Mandalika. Peserta pemagangan tersebar di 16 hotel di wilayah Kuta.
"Jika paket tahun depan ditambah, saya minta keseriusan antara FKJP, perusahaan dan asosiasi untuk saling berkolaborasi agar penyerapan program pemagangan ini bisa maksimal," harapnya.
Kepada peserta magang, mantan Kadis Kominfotik NTB ini berpesan untuk serius mengikuti kegiatan. Pemagangan ini jangan dianggap seperti sedang sekolah. Setiap teori yang diperoleh harus diimplementasikan menjadi karya nyata.
"Fokus untuk ikut berlatih, jangan terpengaruh pada hal-hal yang negatif. Jika ada masalah disampaikan secara santun, jangan sampai keluar. Kalau perlu sampaikan langsung kepada saya," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
