Kepala SMAN 3 Mataram H Hudri Achmad SPd di Mataram, Kamis mengatakan, dari ratusan SMA di daerah ini yang terpilih untuk menjalin kerja sama melalui program "Partner Schuler" (Pasch) dengan pemerintah Jerman hanya SMAN 3 Mataram.
"SMAN 3 Mataram masuk Pasch setelah lulus mengikuti tes yang cukup ketat yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah Jerman," ujarnya.
Hudri didampingi Direktur Pasch Hj Retno Pudjiastuti mengatakan, seleksi untuk mengikuti program tersbeut dilakukan langsung oleh pemerintah Jerman.
"Program tersebut sudah berjalan dua tahun dan kami telah mengirim sejumlah siswa yang memiliki nilai tertinggi pada seleksi program untuk belajar ke Buzbuck Jerman itu," katanya.
Ia mengatakan, pada 2012 tercatat dua orang sisiwa SAM 3 Mataram yang berhasil lolos tes untuk mengikuti program 'Pasch' di Jerman dan akan berangkat pada awal Juni 2012.
Menurut dia, dua siswa tersebut, adalah Qodrathun Arifia dan Ayu Rizky yang duduk di kelas XI. Kedua siswa itu akan berada di Jerman selama satu bulan. Biaya hidupnya selama di Jerman ditanggung oleh pemerintah Jerman.
Dia mengatakan, selama berada di Jerman para sisiwa akan melakukan berbagai kegiatan, seperti belajar sekaligus mendalami bahasa Jerman, mengikuti ekstrakurikuler, outbond dan jalan-jalan ke obyek wisata edukasi yang ada di negara itu.
"Setelah mengikuti program Pasch di Jerman, para sisiwa akan memperoleh sertifikat yang akan mempermudah mereka dalam melanjutkan pendidikan ke luar negri. Di samping itu juga mempermudah dalam memperoleh pekerjaan," kata Hudri.
SMAN 3 Mataram merupakan salah satu dari 10 SMA di Indonesia yang berhasil terpilih menjadi mitra Pemerintah Jerman dalam program Pasch.
"Program Pasch tersebut berbeda dengan pertukaran siswa ke luar negeri seperti ke Australia, India dan Thailand, dimana program pertukaran tersebut dibiayai oleh pribadi atau orang tua siswa, sementara program Pasch tersebut dibiayai oleh pemerintah Jerman," katanya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026