Mataram, 3/6 (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan melanjutkan program bimbingan belajar gratis bagi siswa kurang mampu agar predikat kelulusan ujian nasional 100 persen jenjang SMP/MTs dapat dipertahakan pada 2013.

  "Persentase kelulusan UN 100 persen jenjang SMP/MTs diraih Kota Mataram selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2011 dan 2012. Itu bisa jadi karena adanya bimbingan belajar gratis," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram H Ruslan Effendi, di Mataram, Minggu.

  Dengan persentase kelulusan 100 persen, kata dia, Kota Mataram berhasil meraih peringkat pertama dari 10 kabupaten/kota di NTB dan berada di atas Kabupaten Lombok Utara dengan persentase kelulusan sebesar 99,97 persen.

  Ruslan mengatakan, selain meraih peringkat pertama, empat sekolah di Kota Mataram juga masuk dalam 10 besar nilai ujian tertinggi tingkat Provinsi NTB.

  Empat sekolah tersebut adalah SMP Negeri 2 Mataram, di peringkat pertama rerata nilai UN 9,25, SMP Negeri 6 di ranking tiga dengan rerata nilai UN 9,17, MTs Negeri 1 Mataram di peringkat kelima dengan rerata nilai UN 9,08 dan SMP Negeri 15 Mataram di peringkat ke-10 dengan rerata nilai UN 9,02.

  "Prestasi UN yang diraih tahun ini patut disyukuri. Itu hasil kerja keras siswa, guru dan sekolah yang telah mempersiapkan siswanya dalam menghadapi UN," ujarnya.

  Ruslan mengakui bahwa pengaruh bimbingan belajar gratis yang terhadap persentase kelulusan 100 persen belum bisa dibuktikan kebenarannya karena perlu dilakukan analisa mendalam.

  Namun, ia memastikan bahwa bimbingan belajar gratis untuk mata pelajaran yang diujikan dalam UN sangat berperan dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi evaluasi akhir pendidikan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan dari sisi biaya untuk melakukan pengayaan di luar sekolah.

  "Sebelum ada bimbingan belajar gratis, persentase kelulusan UN jenjang SMP/MTs boleh di bilang tidak pernah 100 persen. Sejak ada bimbingan belajar gratis yang dilakukan pada 2011, ada perubahan yang cukup signifikan," katanya.

  Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dikpora Kota Mataram, H Zaenal Arifin, menyebutkan pihaknya memberikan bimbingan belajar gratis kepada 1.228 siswa SMP/MTs yang berasal dari keluarga kurang mampu.

  Bimbingan belajar gratis digelar pada Februari 2012 atau menjelang pelaksanaan UN.

  Ia menyebutkan, program bimbingan belajar gratis tersebut didukung oleh Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Mataram. Lembaga pengumpul dana dari umat tersebut menyalurkan bantuan dana senilai Rp188 juta.

  Jumlah sekolah yang menjadi sasaran penyaluran dana sebanyak 43 sekolah SMP/MTs negeri dan swasta.

  "Jumlah siswa penerima dana bantuan dari BAZ Kota Mataram pada 2012 lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak delapan sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 311 orang," katanya.

(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026