Kegiatan sosialisasi dan promosi Minyakita digelar di pasar tradisional Kebon Roek Ampenan, Kota Mataram, Kamis, kemudian dilanjutkan di pasar tradisional Mandalika dan pasar tradisional Pagesangan, Kota Mataram.
Hadir pada acara tersebut Wakil Gubernur NTB H Badrul Munir dan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB H Lalu Imam Maliki.
Wamendag Bayu Krisnamurthi, mengatakan pemerintah berkomitmen untuk mengenalkan Minyakita hingga ke pelosok daerah di Indonesia.
Minyakita dikemas dengan kemasan plastik sederhana yang ramah lingkungan berbentuk bantal "pillow pack" dengan ukuran kemasan satu liter, setengah liter dan seperempat liter.
Minyakita juga sudah memperoleh sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta izin merek dari Kementerian Hukum dan HAM.
Mutu Minyakita juga sudah disesuaikan dengan standar baku mutu minyak goreng yang berlaku di Indonesia menurut Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Agar Minyakita dikenal oleh berbagai lapisan masyarakat, kami akan terus gencar melakukan sosialisasi sampai benar-benar menjangkau seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.
Menurut dia, tujuan memperkenalkan Minyakita yang merupakan produk asli Indonesia, agar masyarakat beralih dari mengkonsumsi minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan.
Bayu mengatakan, minyak goreng kemasan jauh lebih bersih dan sehat karena sudah dikemas dengan baik.
Harga minyak kemasan jauh lebih stabil dibandingkan harga minyak curah, sehingga konsumen dapat terhindar dari kenaikan harga minyak goreng yang drastis.
"Dengan menggunakan minyak goreng kemasan, konsumen menjadi lebih bermartabat dan hak-haknya dapat terlindungi," ujarnya.
Program minyak goreng kemasan Minyakita, kata dia, diluncurkan atsa kerja sama pemerintah dengan para produsen minyak goreng nasional dalam penyediaan minyak goreng yang higienis untuk rakyat Indonesia dengan harga yang terjangkau.
Sasaran utamanya adalah ibu-ibu rumah tangga pengguna minyak goreng curah serta konsumen industri yang meliputi penjual gorengan, pengusaha warung makan menengah ke bawah dan pedagang minyak goreng curah.
Sosialisasi dan promosi Minyakita juga dimaksudkan untuk membantu produsen peserta program Minyakita dalam memasarkan produk Minyakita ke masyarakat.
Produsen yang terlibat diantaranya PT Salim Ivomas, PT Smart Tbk, PT Panca Nabati Prakarsa serta PT PPI (Persero) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini telah membantu pemasaran Minyakita di berbagai kota di Indonesia.
"Kegiatan sosialisasi dan promosi Minyakita ini diharapkan mampu mendorong semangat kebersamaan atau sinergi antara pemerintah dan produsen minyak goreng dalam peningkatan kualitas pangan masyarakat Indonesia," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026