Mataram, 6/8 (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat nilai ekspor pada semester pertama 2012 mencapai 265,24 juta dolar Amerika Serikat (AS) turun sebesar 48,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011.

  Kepala Disperindag NTB H Lalu Imam Maliki, di Mataram, Senin mengatakan, penurunan nilai ekspor disebabkan karena pengiriman konsentrat tembaga yang diproduksi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) pada semester pertama berkurang.

  "Sebanyak 99 persen lebih komoditas ekpsor NTB adalah konsentrat tembaga, selebihnya produk kerajinan dan perikanan. Jadi kalau ekspor konsentrat turun akan mempengaruhi nilai eskpor," katanya.

  Ia mengatakan, volume ekspor komoditas NTB pada semester pertama 2012 mencapai 139.230,718 ton. Angka itu menurun 24,55 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2011 yang mencapai sebanyak 184.497,682 ton dengan nilai perdagangan sebesar 514,67 juta dolar AS.

  Maliki menyebutkan, produk yang diekspor oleh 14 eksportir terdiri dari 22 komoditas termasuk konsentrat tembaga dengan tujuan negara ekspor sebanyak 17 negara. Kegiatan ekspor dilakukan melalui delapan pelabuhan muat.

  Delapan pelabuhan muat tersebut adalah Pelabuhan Benete, di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, dengan nilai ekspor mencapai 264,30 juta dolar AS atau 99,65 persen dari total nilai ekspor.

  Jalur pengiriman lainnya adalah Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, dengan nilai ekspor mencapai 499.159 dolar AS, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, senilai 285.726 dolar AS, Bandara Ngurah Rai, Denpasar, senilai 93.155 dolar AS.

  "Bandara lainnya adalah Bandara Internasional Lombok, di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, dengan nilai ekspor mencapai 30.559 dolar AS, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, senilai 25.937 dolar AS, Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, NTB, senilai 2.717 dolar AS, dan Kota Rancak senilai 303 dolar AS," katanya.

  Dari 22 jenis komoditas yang diekspor, kata Maliki, yang paling mendominasi perolehan devisa sebanyak lima jenis komoditas, yakni konsentrat tembaga senilai 264,30 juta dolar AS. Konsentrat tembaga itu diekspor langsung melalui Pelabuhan Benete, di Kabupaten Sumbawa Barat.

  Sementara nilai ekspor mutiara bulat mencapai 509.803 dolar AS, kerajinan buah kering 158.324 dolar AS, Kopi 80.000 dolar AS dan kerajinan gerabah 40.125 dolar AS.

  Dari 17 negara tujuan ekspor, kata dia, tercatat empat negara yang mendominasi perolehan devisa, yakni Jepang dengan nilai 145,858 juta dolar AS, Korea senilai 86,02 juta dolar AS, Jerman senilai 32,505 juta dolar AS, Hongkong senilai 512.919 dolar AS dan Amerika Serikat 208.136 dolar AS. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026