Kepala Distan Kabupaten Bima H M Nurdin, yang dihubungi dari Mataram, Minggu mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian bersama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB terhadap potensi lereng gunung sebagai lokasi budi daya bawang merah pada saat musim hujan.
"Lokasi penelitian tersebar di beberapa lokasi, seperti Kecamatan Lambitu, sekitar 10 hektare, kemudian Desa Keli dan Desa Risa, Kecamatan Woha, dan Desa Rontu, Kecamatan Monta. Para petani di sana sudah ada yang memanfaatkan lereng gunung menanam bawang merah di musim hujan," katanya.
Menurut dia, pemanfaatan lereng gunung sebagai lokasi budi daya bawang merah sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan pasar luar daerah yang masih cukup tinggi.
Bawang merah hasil produksi para petani di Bima, sebagian besar dikirim ke sejumlah provinsi, seperti Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, bahkan hingga ke Provinsi Papua, menggunakan kapal penyeberangan.
"Sekitar 30 persen hasil produksi bawang merah dikonsumsi di tingkat lokal dan 70 persen di kirim ke berbagai daerah di Indonesia. Permintaan masih cukup tinggi, terutama pada kondisi musim hujan, namun petani di daerah ini hanya mampu berproduksi pada musim kemarau saja," ujarnya.
Nurdin mengatakan, sebagian besar petani di daerahnya memanfaatkan lahannya untuk menanam padi pada musim hujan, sedangkan yang menanam bawang pada lahan tadah hujan juga terbatas, meskipun harga komoditas itu relatif mahal jika dibandingkan pada musim kemarau.
Harga bawang merah pada musim kemarau atau pada saat panen raya bisa mencapai Rp400 ribu per kuintal. Harga itu tergolong rendah, bahkan petani mengalami kerugian.
Sementara harga bawang merah pada musim kemarau satu dan musim kemarau dua bisa mencapai kisaran Rp1,2 juta per kuintal.
Oleh sebab itu, kata dia, potensi lereng gunung yang belum termanfaatkan secara optimal bisa digarap oleh petani. Pihaknya siap memberikan pendampingan dari sisi teknis budi daya.
"Jika petani bisa memanfaatkan lahan tadah hujan di sekitar lereng gunung, maka pendapatan dari usahatani bawang merah bisa lebih tinggi karena harga bawang cenderung naik pada musim hujan," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026