Kegiatan pelatihan yang diikuti 50 pelaku UMKM dari lima kabupaten/kota di Pulau Lombok, digelar di Kantor PT Astra International Tbk, wilayah Kota Mataram, Minggu.
Kepala Bidang UMKM, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB Desak Iriantini, mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut sebagai salah satu bentuk komitmen Pemerintah Provinsi NTB bersama dengan pihak swasta, dalam hal ini PT Astra International Tbk, wilayah Kota Mataram dalam rangka memajukan perekonomian masyarakat.
"Pemerintah mencoba memfasilitasi pelaku UMKM dengan dunia usaha yang memiliki perhatian dengan memberikan ilmu pengetahuan dalam hal peningkatan mutu produknya sehingga bisa bersaing dengan produk dari daerah lain," katanya.
Menurut dia, jumlah peserta pelatihan tersebut memang relatif terbatas, namun pihaknya akan terus berupaya mengakomodasi pelaku UMKM secara bertahap untuk memperoleh pengetahuan dalam rangka meningkatkan kualitas produknya.
Upaya tersebut tidak hanya dilakukan sendiri oleh Pemerintah Provinsi, tetapi juga melibatkan badan usaha milik negara (BUMN) yang ada di NTB, yang sudah memiliki UMKM binaan, seperti PT Asuransi Kesehatan (Askes), PT Jasa Raharja dan PT Telkom.
"Kami juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa pihak swasta dalam rangka memajukan UMKM kita. Salah satunya PT Astra. Perusahaan yang bergerak di bidang otomotif ini akan terus memberikan pelatihan bagi UMKM," ujarnya.
Kepala Administrasi PT Astra International Tbk, wilayah Mataram, Christian Suryadi, mengatakan, dana penyelenggaraan kegiatan pelatihan pelaku UMKM di NTB, tersebut bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dikelola Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).
Pihaknya sudah menjalin kemitraan dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB dalam rangka mewujudkan program 100 ribu wirausaha baru melalui pelatihan perbengkelan bagi kalangan pemuda yang belum memperoleh pekerjaan, termasuk juga di bidang pemberdayaan UMKM.
"Para pemuda yang sudah dilatih perbengkelan sebagian direkrut menjadi karyawan PT Astra International Tbk, wilayah Mataram, sebagian lagi diberikan modal berupa peralatan perbengkelan agar bisa membuka bengkel sendiri," ujarnya.
Sementara kegiatan pelatihan bagi pelaku UMKM, kata dia, tiap tahun dilaksanakan. Salah satunya, seperti pelatihan membuat bakso, sosis dan pelatihan pengemasan produk. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Pihaknya mendatangkan para pengusaha kuliner dari Surabaya, sebagai pemateri yang memberikan pengetahuan kepada pelaku UMKM mengenai tata cara membuat bakso dan sosis yang bermutu dan bagaimana membuat kemasan produk agar menarik dilihat konsumen.
(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026