"Nilai transaksi lelang kali ini lebih rendah dari pasar lelang kelima yang digelar pada 19 September 2012 dengan nilai Rp3,6 miliar," kata Kepala Seksi Pemberdayaan Perlindungan Konsumen, Disperindag NTB Ketut Sugiartha, pada acara pasar lelang komoditas agro VI, di Mataram, Rabu.
Kegiatan itu dihadiri sekitar 70 pengusaha dari Provinsi NTB, Bali, Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang diundang Disperindag Provinsi NTB untuk melakukan transaksi jual beli komoditas.
Ia menyebutkan, nilai transaksi sebesar Rp1,6 miliar tersebut terdiri dari 10 kontrak jual beli dengan sembilan jenis komoditas, diantaranya biji mete, cengkih dan jagung hibrida.
Sementara total nilai transaksi pasar lelang yang sudah digelar sebanyak lima kali pada 2012 mencapai Rp19,88 miliar dari 28 jenis komoditi. Jika ditambah dengan nilai transaski pada pasar lelang keenam, maka total transaksi mencapai Rp21,48 miliar.
Sugiartha optimis, nilai transaksi pasar lelang komoditi agro pada 2012 akan melampaui total nilai transaksi pada pasar lelang tahun sebelumnya yang mencapai Rp24,77 miliar dari 29 jenis komoditas yang dilelang.
"Kami optimis karena masih ada kegiatan pasar lelang satu kali lagi. Mudah-mudahan pada pasar lelang ketujuh nanti, nilai transaksi cukup tinggi dan komoditas yang terjual juga beragam," ujarnya.
Ia menjelaskan, tujuan diadakannya pasar lelang komoditas agro yang digelar setiap tiga bulan sekali tersebut sebagai upaya efisiensi perdagangan dengan memperpendek rantai pemasaran dan mendukung perekonomian daerah serta membentuk harga referensi.
Para petani yang ikut dalam kegiatan pasar lelang komoditas agro itu juga memperoleh manfaat berupa adanya kepastian pasar hanya dengan membawa sampel barang yang akan dijual. Transaksi jual beli dapat dilakukan meskipun barang belum diproduksi.
Selain itu, para petani juga bisa merencanakan pola tanam yang baik, sehingga harga yang akan diterima diharapkan mampu meningkatkan pendapatan mereka.
Sementara manfaat untuk kalangan pengusaha, yaitu adanya kepastian untuk mendapatkan komoditas yang diinginkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Manfaat lainnya adalah para pengusaha dapat mengatur persediaan barang sesuai dengan permintaan pasar serta harga komoditas yang dibeli bisa lebih kompetitif. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026