Kepala Dinas Koperasi dan Usaha, Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Mohammad Rusdi, di Mataram, Sabtu, mengatakan, pelatihan wirausaha baru bagi kaum perempuan tersebut merupakan bagian dari perjanjian kerja sama dengan Lembaga Pengembangan Teknologi Tepat Guna (LPTTG) Malindo, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.
"Pelatihan ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan memproduksi makanan ringan (tortila) berbahan baku lokal, seperti jagung, umbi-umbian, rumput laut dan sapi," katanya ketika memberikan sambutan pada acara pendidikan dan pelatihan pengolahan produk unggulan daerah bagi wirausaha baru se-NTB.
Kegiatan itu juga dihadiri oleh Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Prakoso, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB H Muhammad Nur dan Direktur LPPTG Malindo Prof Zakaruddin.
Rusdi mengatakan, 310 perempuan calon wirausaha baru yang mendapatkan pelatihan, terdiri atas 210 orang yang dibiayai oleh Pemerintah Provinsi NTB dan 200 orang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.
Seluruh peserta pendidikan dan pelatihan yang terbagi dalam 31 kelompok tersebut akan memperoleh berbagai pengetahuan dari para nara sumber berkompeten yang berasal dari LPPTG Malindo, mengenai tata cara mengolah hasil sumber daya alam, khususnya hasil pertanian menjadi produk pangan olahan bernilai ekonomi.
Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB juga menyediakan tenaga pendamping yang berasal dari para pelaku UMKM yang pernah dikirim ke LPPTG Malindo untuk belajar teknologi tepat guna mengenai pengolahan produk hasil pertanian.
"Ada 90 orang yang kami kirim ke Sulawesi Selatan pada Juni 2012 untuk diberikan pelatihan oleh instruktur LPPTG Malindo. Dari 90 orang itu, sebanyak 60 orang dibiayai Dinas Koperasi dan UMKM NTB. Sekarang mereka kami rekrut untuk ikut membantu pelatihan kaum perempuan menjadi wirausaha," katanya.
Ia mengatakan, pelatihan wirausaha baru bagi kaum perempuan menjadi bagian dari program penciptaan 100 ribu wirausaha baru yang sudah diluncurkan sejak 2009-2013. Program tersebut juga sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB.
Jumlah wirausaha baru yang sudah dicetak sejak 2009 hingga September 2012 mencapai 73,09 persen dari target 100 ribu wirausaha baru.
Sementara total nilai aset dari total wirausaha baru yang sudah ada mencapai Rp69,72 miliar dan omzetnya mencapai Rp71,35 miliar dengan jumlah tenaga kerja yang terserap sekitar 167.106 orang.
(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026