"Targetnya tiga besar dan itu sangat memungkinkan karena akan bergabung para tokoh sentral dari parpol yang gagal ikut Pemilu 2014," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP NTB Hj Wartiah, di sela-sela Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) II DPW PPP NTB, di Mataram, Minggu.
Mukerwil itu mengagendakan dua hal pokok yakni pemantapan strategi pemenangan Pemilu 2014, dan penetapan kandidat pasangan calon untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018, yang dipadukan dengan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota bima.
Wartiah mengatakan, pada Pemilu 2009 PPP di wilayah NTB meraih dukungan suara hingga menempati peringkat lima besar.
PPP memiliki empat kursi di DPRD Provinsi NTB, dan dua hingga empat kursi di hampir semua DPRD kabupaten/kota dalam wilayah NTB.
"Kami optimistis bisa masuk tiga besar pada Pemilu 2014, dan itu berarti kami harus bekerja keras, dan Insya Allah akan dibantu oleh para tokoh sentral yang nantinya bergabung dengan PPP," ujarnya.
Kerja keras itu, kata Wartiah, harus dilakukan semua kader partai sampai di tingkat anak ranting, sesuai amanat partai.
Wartiah kembali mengingatkan penegasan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Suryadharma Ali, terkait program konsolidasi partai di semua tingkatan kepengurusan.
Suryadharma menekankan keharusan kader-kader PPP berkonsolidasi untuk kepentingan Pemilu 2014 yang dimulai dari desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi dan pusat.
Sudah saatnya PPP kembali bangkit untuk merebut hati rakyat, yang ditandai dengan masuknya para tokoh dan pemimpin Islam di berbagai daerah.
Bergabungnya para tokoh sentral itu dimulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan segera menyusul Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan daerah-daerah lainnya, termasuk di NTB yakni para pimpinan pondok pesantren yang juga mulai mengingat komitmennya untuk PPP.
Ia mengatakan, PPP merupakan partainya para ulama dan tuan guru, dan sebagai warisan para ulama maka PPP akan tetap konsisten memegang Islam sebagai azas partainya.
PPP merupakan partai yang bersama umat membangun untuk semua, sehingga tentu saja tidak membeda-bedakan agama lain, yang berarti PPP untuk Indonesia.
"Karena itu, semua kader partai agar memanfaatkan momentum itu untuk melakukan konsolidasi total, bukan hanya organisasi tetapi juga lembaga dan SDM secara kuantitatif dan kualitatif," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026