Kemajuan IT tidak akan hilangkan peran perpustakaan

id perpustakaan,it

peran perpustakaan tidak akan menghilang (ist)

Sehebat apapun kemajuan IT yang memberikan kemudahan untuk mendapatkan berbagai informasi melalui jaringan internet, tidak akan menghilangkan peran perpustakaan. Hingga kini perpustakaan daerah masih diminati masyarakat terutama pelajar dan mahasiswa
Mataram,(Antara Mataram) - Kepala Badan Perpustakan dan Arsip Provinsi Nusa Tenggara Barat Arsyad Abdul Gani mengatakan kemajuan teknologi informasi tidak akan menghilangkan peran perpustakaan sebagai gudang ilmu pengetahuan dan jendela informasi.

"Sehebat apapun kemajuan IT yang memberikan kemudahan untuk mendapatkan berbagai informasi melalui jaringan internet, tidak akan menghilangkan peran perpustakaan. Hingga kini perpustakaan daerah masih diminati masyarakat terutama pelajar dan mahasiswa," katanya di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan keberadaan perpustakaan masih dibutuhkan masyarakat terutama para pelajar dan mahasiswa, salah satu indikatornya adalah angka pengunjung perpustakaan di NTB yang terus meningkat. Selama 2012 jumlah pengunjung perpustakaan encapai satu juta orang.

Menurut Arsyad, jumlah pengunjung perpusatakaan itu tergolong banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk NTB secara keseluruhan yang mencapai 5,4 juta jiwa.

Karena itu, kata dia, kendati warung internet (warnet) kian menjamur hampir di daerah ini, namun perpustakaan juga masih ramai dikunjungi terutama oleh para pelajar dan mahasiswa.

Indikator lainnya, menurut dia, adalah jumlah anggota perpustakaan juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada 2011 jumlah anggota perpustakaan hanya sekitar 5.000 orang, pada 2012 meningkat 100 persen lebih menjadi 10.304 orang.

"Menurut saya sehebat apa pun teknologi informasi tidak akan bisa menghilangkan peran buku yang banyak tersedia di perpustakaan, karena informasi yang diperoleh melalui internet tidak seluruhnya bisa didapat sebab tidak semua isi buku tersedia di internet," katanya.

Ia mengatakan hanya beberapa bagian tertentu dari isi buku yang bisa diperoleh dari internet, sehigga para pelajar dan mahasiswa akan mencari di buku. Untuk mencari informasi sekedarnya mereka bisa membuka internet, tetapi ketika membutuhkan informasi lengkap mereka akan mencari di buku.

Selain perpustakaan yang ada di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, katanya, ada juga perpustakaan keliling menggunakan kendaraan khusus. Perpustakaan NTB mengoperasikan empat unit kendaraan perpustakaan keliling, sementara kabupaten/kjota memiliki satu hingga dua unit.

"Perpustakaan keliling di Pulau Lombok memberikan pelayanan kepada masyaakat empat kali setiap minggu, dan di Pulau Sumbawa tiga kali sebulan.

Arsyad mengatakan pihaknya mendorong agar pengunjung perpustakaan daerah semakin banyak, meski pun kini era teknologi informasi, orang mudah mengakses ilmu pengetahuan melalui jaringan internet.

Dia mengatakan pihaknya juga terus memprogramkan penambahan jumlah perpustakaan dan fasilitas pendukungnya di berbagai lokasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat terutama di kalangan generasi muda termasuk pelajar dan mahasiswa.

"Semakin banyak perpustakaan akan semakin memotivasi masyarakat untuk membaca. Upaya ini sejalan dengan program unggulan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, yakni buta aksara menuju nol (absano).

Menurut dia, penambahan jumlah perpustakaan di wilayah NTB disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga selain memperbanyak perpustakaan tetap di berbagai lokasi, juga diupayakan penambahan perpustakaan keliling.

Untuk Pulau Lombok, selain mengandalkan perpustakaan induk yang terletak di Jalan Majapahit Kota Mataram, juga perpustakaan di Narmada, Kabupaten Lombok Barat dan taman bacaan di Jalan Udayana, Taman Sangkareang Mataram dan di objek wisata Senggigi.

Sementara itu, di Pulau Sumbawa, telah ada perpustakaan keliling yang umumnya terpusat di 100 titik pelayanan baca dan pinjam.

"Kami juga akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi guna meningkatkan minat baca masyarakat terutama kalangan geberasi muda, pelajar dan mahasiswa. Kami juga membangun perpustakaan dalam jaringan (online)," katanya.
Pewarta :
Editor: Zulaeha
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar