Mataram (ANTARA) - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meningkatkan layanan dengan memperkuat inovasi digital guna mendongkrak tingkat kunjungan dan minat baca masyarakat.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Mataram HM Carnoto di Mataram, Selasa, mengatakan, meskipun jumlah sumber daya manusia (SDM) dan tenaga pustakawan saat ini masih terbatas tidak menjadi penghalang untuk memberikan pelayanan maksimal.
"Saat ini, kami hanya punya 13 pustakawan. Padahal idealnya dibutuhkan lebih dari 300 tenaga jika merujuk pada rasio jumlah penduduk dan satuan pendidikan," katanya.
Karena itu, untuk menyiasati keterbatasan itu, tahun 2026 Diarpus menyiapkan konsep program penyegaran dan pelatihan bagi tenaga di dunia pendidikan serta mendorong sekolah-sekolah agar memiliki pustakawan yang kompeten.
"Idealnya, satu sekolah satu pustakawan," katanya.
Baca juga: Tingkat kunjungan Perpustakaan Mataram lampaui target
Selain itu, pihaknya juga berinovasi mengoptimalkan perpustakaan keliling (Pusling) setiap hari Sabtu dengan menyasar tempat-tempat yang menjadi pusat keramaian. Seperti di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Udayana.
Di sisi lain, program perpustakaan digital juga terus digencarkan beberapa titik seperti Sangkareang, masyarakat dapat menikmati layanan taman baca digital melalui sistem pemindaian barcode.
Dengan radius hingga 300 meter, pengunjung dapat mengakses dan membaca buku langsung melalui ponsel masing-masing.
"Kita harus beradaptasi dengan teknologi. Dengan barcode, akses bacaan jadi lebih mudah dan luas bagi masyarakat," katanya.
Baca juga: Perpustakaan Mataram bakal dilengkapi bioskop diorama mini
Di berharap melalui upaya-upaya itu, dapat terus meningkatkan minat baca masyarakat dan tingkat kunjungan perpustakaan bahkan hingga melebihi tahun 2025.
Pada tahun 2025, katanya, minat baca dan kunjungan perpustakaan tercatat melampaui target sebesar 100 persen. Dari target 20.000 kunjungan, perpustakaan berhasil mencatatkan angka sekitar 31.700 kunjungan dalam setahun.
"Capaian ini juga mendukung keberhasilan perpustakaan dalam meraih akreditasi A," katanya.
Carnoto menambahkan, pengunjung tersebut didominasi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa, dengan kategori buku yang paling diminati meliputi buku pendidikan, fiksi, hingga novel.
Baca juga: Perpustakaan Mataram menambah ribuan koleksi buku
Baca juga: Mataram alokasikan Rp50 juta tambah koleksi buku perpustakaan
Baca juga: Bioskop diorama mini dibangun di Perpustakaan Mataram
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026