PBB sebut lapisan ozon dalam proses pemulihan

id PBB,UNEP,lapisan ozon,pemanasan global

PBB sebut lapisan ozon dalam proses pemulihan

Arsip - Hari Ozon Sedunia. Siswa MTsn membawa poster ketika menggelar aksi di Pertigaan Ring Road Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Senin (16/9/2013). Aksi tersebut mengkampanyekan upaya penyelamatan lapisan ozon dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi lapisan itu dengan mengurangi penggunaan bahan penyebab menipisnya lapisan ozon di muka bumi. ANTARA FOTO/Noveradika

Nairobi (ANTARA) - Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) mengatakan lapisan ozon sedang dalam proses pemulihan, yang akan membantu mencegah pemanasan planet bumi sebesar 0,5 derajat Celcius.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (9/1), UNEP menyebut bahwa upaya untuk menghentikan perubahan iklim telah terbantu oleh penghapusan bahan kimia yang merusak lapisan ozon secara global. PBB mengatakan lapisan ozon diperkirakan akan beregenerasi dalam 40 tahun ke depan.

Sekretaris eksekutif Sekretariat Ozon UNEP Meg Seki mengatakan fakta bahwa “pemulihan ozon berjalan sesuai rencana berdasarkan laporan empat tahunan terbaru, adalah berita yang luar biasa."

"Dampak Protokol Montreal terhadap mitigasi perubahan iklim tidak bisa terlalu dipaksakan. Selama 35 tahun terakhir, Protokol itu telah menjadi pembela sejati bagi lingkungan," kata Seki.

Baca juga: Fenomena krisis iklim akibat kenaikan temperatur bumi
Baca juga: Tanam pohon bantu kurangi efek pemanasan global


Protokol Montreal menghapus zat-zat yang merusak lapisan ozon bumi. Protokol yang mulai berlaku pada 1989 itu adalah salah satu perjanjian internasional tentang lingkungan yang paling berpengaruh. Berkat kerja sama global, PBB mencatat dalam laporannya bahwa pulihnya lapisan ozon saat ini membawa keuntungan lingkungan dan ekonomi.

Laporan tersebut disusun oleh sekelompok besar ahli internasional, termasuk banyak dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), UNEP, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA), Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA), serta Uni Eropa.


Sumber: Anadolu