Mataram, 27/4 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) siap melakukan langkah antisipasi penyakit Flu Babi yang kemungkinan bisa merebak di daerah ini.

  "Antisipasi masuknya Flu Babi dilakukan dengan melakukan pengawasan di Bandara Selaparang, Mataram dan Pelabuhan Lembar, Lombok Barat," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Lingkungan, Dinas Kesehatan NTB, Jelantik, kepada wartawan di Mataram, Senin.

  Dalan jumpa pers yang dihadiri Sekda NTB, H. Abdul Malik, ia menjelaskan, penyakti Flu Babi kini merambah Meksiko dan Selandia Baru.

  Selain itu kini telah masuk ke negara Asean, seperti Singapura, sementara singapura sangat berdekatan dengan Indonesia.

  Pengawasan yang dilakukan di Bandara Selaparang ialah dengan menyediakan tempat cuci tangan bagi wisatawan dan tisu, setiap kali bersin tisunya dibuang.

  "Kasus Flu Babi hampir sama dengan Flu Burung dan yang dikhawatirkan adalah dengan Fulu Babi adalah dapat menyerang manusia," katanya.

  Sekda NTB Abdul Malik juga menjelaskan, pihaknya akan tetap memberlakukan Peraturan Gubernur NTB dalam mencegah masuknya Flu Babi ke NTB sebagaimana Flu Burung.

  Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi bahaya Flu Babi sebagai upaya untuk mencegah masyarakat terkena Flu Babi.

  Sebelumnya dilakukan sosialisasi tanggap bahaya flu burung di pelabuhan Lembar karena selain menjadi jalur masuknya wisatawan pelabuhan ini juga menjadi jalur masuknya ternak unggas dari pulau Jawa dan Bali.

  "Pelabuhan Lembar ini kan menjadi jalur masuknya wisatawan terutama dari Bali yang ingin berkunjung ke Lombok, selain itu juga jalur masuknya telur, ayam potong dan ternak unggas lain dari Pulau Jawa dan Bali," katanya.

  Dia mengatakan, Pulau Lombok merupakan salah satu daerah tujuan kunjungan wisatawan mancanegara sehingga perlu ada upaya menjaga daerah ini dari hal-hal yang bisa mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung.

  "Ini adalah salah satu upaya nyata pemerintah menanggulangi bahaya flu burung agar tidak mengganggu sektor pariwisata, sehingga tujuan pemerintah untuk mendatangkan wisatawan luar negeri sebanyak-banyaknya bisa tercapai," katanya.(*)

 



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026