"Peninjauan pusat pelayanan arus mudik yang diagendakan Pak Gubernur pada Rabu (31/7) juga merupakan bagian dari upaya memastikan arus mudik lancar dan aman," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi NTB Ridwan Syah.Mataram (Antara Mataram) - Para pemangku kepentingan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya agar arus mudik berjalan lancar dan aman, sehingga berbagai upaya nyata ditempuh.
"Peninjauan pusat pelayanan arus mudik yang diagendakan Pak Gubernur pada Rabu (31/7) juga merupakan bagian dari upaya memastikan arus mudik lancar dan aman," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi NTB Ridwan Syah, di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, hendak melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana transportasi mudik, serta jumlahnya dibanding calon penumpang dalam momentum arus mudik itu.
Gubernur juga ingin meninjau infrastruktur pendukung transportasi, baik darat, udara maupun laut.
"Tentunya juga ingin mencermati dukungan SDM dalam pelayanan arus mudik itu. Makanya, dalam peninjauan lapangan terkait arus mudik lebaran itu, Pak Gubernur akan didampingi para pejabat teknis," ujarnya.
Menurut Ridwan, pemantauan arus mudik itu akan diawali di Terminal Bus Mandalika, kemudian Pelabuhan Laut Lembar dan Bandara Internasional Lombok (BIL).
Selain memantau langsung kondisi pelayanan arus mudik, Gubernur NTB periode 2008-2013 yang terpilih lagi untuk periode keduanya pada pilkada 13 Mei 2013 itu, juga akan menyempatkan diri berdialog dengan para pihak yang beraktivitas di terminal, pelabuhan dan bandara.
Direncanakan, saat meninjau Pelabuhan Lembar, selain berdialog dengan para pemegang otoritas pelabuhan, gubernur juga akan melihat dari dekat kondisi kapal angkutan penyeberangan (ferry) dan bus antarkota antar provinsi.
"Semoga semuanya berjalan aman dan lancar, serta adanya peningkatan layanan arus mudik di berbagai titik pelayanan," ujar Ridwan.
Diharapkan, pemantauan arus mudik itu akan semakin memotivasi aparat terkait di pelabuhan penyeberangan Lembar, Lombok Barat itu, dapat selalu menghindari ketegangan pelayanan arus mudik menjelang dan sesudah lebaran 8-9 Agustus 2013.
Dengan demikian, aparat pelabuhan akan menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing secara terkoordinasi agar tidak merugikan masyarakat yang menghendaki pelayanan optimal saat arus mudik hingga arus balik.
"Harus ada inovasi pelayanan terbaik agar masyarakat merasa nyaman dan damai menjelang hingga setelah Lebaran. Jangan ada gesekan sesama aparat lalu masyarakat kebingungan," ujarnya. (*)
Pewarta : Oleh Anwar Maga
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026