Untuk tahap awal akan dibangun sebanyak 30 ruang rawat inap dan selanjutnya kana dibangun secara bertahap,mengingat jumlah kamar di Rumah Sakit Harapan Kita (RSHK) hanya 300 kamar maka untuk mensejajarkan kita bangun 30 kamar, sesuai pemaparan dari D
Mataram,(Antara) - Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera memiliki rumah sakit jantung sesuai rencana yang diekspose dokter spesialis jantung RS Harapan Kita Jakarta dr Yoga di depan Gubernur dan Wali Kota Mataram.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di Mataram, Rabu, mengatakan terpilihnya Kota mataram sebagai lokasi pembangunan RS jantung setelah melalui pertimbangan sarana pendukung dan panorama alam yang ada di Kota Mataram.

Ia mengatakan selain faktor alam yang mendukung dan lokasi yang startegis dengan jalur yang dekat dengan Bandara Internasional Lombok (BIL) sehingga kota Mataram berpotensi untuk lokasi pembangunan Rumah Sakit Jantung yang direncanakan.

Wali Kota mengaku sebagai langkah awal untuk dapat menjalankan niat Dr Yoga Pemerintah Kota Mataram memiliki tanah seluas 1,4 Ha yang berlokasi di di Jalan dr Soedjono Mataram bagian selatan sehingga lokasi yang sangat berpotensi.

Dana yang diperkirakan untuk pembangunan RS mencapai Rp50 miliar dan peralatannya akan menghabiskan dana sekitar Rp12 miliar

"Untuk tahap awal akan dibangun sebanyak 30 ruang rawat inap dan selanjutnya kana dibangun secara bertahap,mengingat jumlah kamar di Rumah Sakit Harapan Kita (RSHK) hanya 300 kamar maka untuk mensejajarkan kita bangun 30 kamar, sesuai pemaparan dari Dokter Yoga," katanya.

Jadi jika dinilai dari segi geografis pulau Lombok khususnya Kota Mataram sangat dekat dengan Pulau Bali ,Surabaya bahkan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang langsung melalui jalur Bandara Internasional Lombok (BIL).

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Mataram,HL Makmur Said MM di Mataram mengatakan Rumah Sakit ini akan menjadi rujukan pasien jantung dari Indonesia bagian timur karena hingga saat ini di Indonesia hanya memiliki satu RS Jantung yakni Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta.

"Perawatan para pasien akan dipadukan antara perawatan sesuai standar operasional dan perawatan secara islami serta akan dilakukan terapi alam," kata Makmur.

Ia mengatakan hingga saat ini walikota sedang mengkaji rencana Dokter Yoga dan meminta segera membuat proposal awal agar segera diajukan ke pemerintah Kota Mataram.

"Akan ada ustaz di RS yang akan membimbing para pasien dari segi agama selain itu akan ada pengobatan refleksi bagi pasien karena sesuai pemaparan Dr Yoga obatnya tidak sulit cukup ditusukkan pada sendi -sendi dengan menggunakan alat canggih dan didukung dokter ahli," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026