Kedua wisatawan mancanegara (wisman) yang mengalami musibah tersebut adalah Rui Cesar Paivap (45) asal Portugal, dan Troy Singleton (41) warga negara Australia.
Mataram,  (Antara) - Dua wisatawan mancanegara asal Portugal dan Australia dievakuasi ke rumah sakit di Denpasar, Bali, untuk mendapatkan perawatan intensif setelah mengalami kecelakaan ketika berselancar di Pantai Lakey, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Selasa (12/8).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu Hj Sri Suzana, yang dihubungi dari Mataram, Rabu, menyebutkan kedua wisatawan mancanegara (wisman) yang mengalami musibah tersebut adalah Rui Cesar Paivap (45) asal Portugal, dan Troy Singleton (41) warga negara Australia.

"Keduanya sudah diterbangkan ke Denpasar menggunakan helikopter melalui Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, Kabupaten Bima," katanya.

Ia menjelaskan, kedua wisatawan tersebut sebelumnya mendapatkan perawatan secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu, karena mengalami luka.

Bahkan, satu dari dua wisman itu, yakni Rui Cesar Paivap, ditangani langsung oleh sejumlah tim dokter karena kondisinya sempat kritis akibat banyak menelan air laut ketika terhempas gelombang.

Sementara Troy Singleton, hanya mengalami luka dibagian paha dan meminta untuk segera diterbangkan ke Bali, karena berhubung masa tinggalnya juga sudah habis.

"Kedua warga negara asing itu mendapat perawatan secara intensif oleh pihak RSUD Dompu. Saya sendiri langsung memantau proses perawatannya," ucap Suzana.

Menurut dia, musibah yang dialami kedua wisatawan asing itu murni karena faktor cuaca buruk yang terjadi secara tiba-tiba pada Selasa (12/8).

Keduanya tidak mengetahui ada angin kencang dan gelombang besar, sehingga mereka terhempas ombak besar dan digulung air laut hingga salah satunya pingsan.

"Saya saja sempat kaget kemarin, angin begitu kencang. Setelah kejadian itu baru saya dapat informasi ada wisatawan mengalami musibah ketika berselancar di Pantai Lakey," katanya.



Pewarta :
Editor: Yanes
COPYRIGHT © ANTARA 2026