"Tidak ada kemajuan dan tidak ada kesejahteraan bagi rakyat tanpa memperhatikan petnai dan sektor pertanian"Mataram (Antara NTB) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Fadli Zon melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah HKTI Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2015-2020 di bawah kepemimpinan H Willgo Zainar SE MBA di Mataram, Rabu malam.
Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTB periode 2015-2020.
Hadir juga pada acara pelantikan tersebut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Tani Indonesia Ir Farry DJ Francis, MMA, dan Direktur Kerjasama dan Pengembangan Kapasitas, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Sriharianto.
Fadli Zon mengatakan kegiatan pengukuhan sebagai bentuk komitmen bahwa HKTI adalah organisasi tempat berhimpun dan meyakini bahwa petani dan pertanian sangat penting di dalam perjalanan dan kemajuan Indonesia.
"Tidak ada kemajuan dan tidak ada kesejahteraan bagi rakyat tanpa memperhatikan petnai dan sektor pertanian," katanya.
NTB sebagai daerah agraris, kata dia, memiliki sejumlah komoditas pertanian unggulan, seperti jagung, kedelai, bawang, cabai, tembakau dan tebu. Semuanya itu jelas menandakan bahwa NTB merupakan provinsi yang mempunyai sektor pertanian yang sangat penting.
NTB juga menjadi salah satu provinsi penyangga pangan nasional karena mampu memproduksi beras dalam jumlah melebihi kebutuhan daerahnya, yakni mencapai 2,2 juta ton gabah kering giling.
"Belum lagi komoditas peternakan sapi, di mana saat ini jumlah populasi sapi NTB mencapai 1,1 juta ekor. Tentu itu angka yang bagus," ujar Fadli Zon.
Jika melihat ke depan, kata Wakil Ketua DPR RI dari Partai Gerindra ini, tantangan pasar bebas cukup berat, Indonesia tentu harus mendapat keuntungan, jangan hanya sekedar jadi pasar.
"Dalam globalisasi, siapa yang hebat dia dapat untung, yang lemah akan tersingkir," ucapnya.
Oleh sebab itu, lanjut Fadli Zon, dengan adanya produk-produk hasil pertanian yang menjadi komoditas unggulan di NTB, perlu ada satu upaya yang merupakan pengembangan dan peningkatan nilai lebih.
"Petani selama ini tidak mendapat nilai tambah, tapi malah lebih banyak dinikmati pedagang. Itu yang perlu dipikirkan, termasuk oleh HKTI," katanya. (*)
Pewarta :
Editor:
Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2026