Mataram, 2/6 (ANTARA) - Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mempromosikan pariwisata unggulan daerah dengan memberikan pelayanan yang berkualitas sehingga para wisatawan merasakan kenyamanan.
Pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas anggota dalam memberikan pelayanan agar para tamu yang berwisata bisa merasa enak, puas dan menikmati kecantikan objek wisata di daerah ini, kata Ketua HPI NTB, H. Lalu Fatwir Uzali, di Mataram, Selasa.
HPI NTB terdiri atas unsur pemandu wisatawan lokal yang bekerja di sejumlah objek-objek wisata dan pemandu wisatawan dari agen perjalanan wisata serta pemandu wisatawan untuk pendakian yang beroperasi di dua jalur pendakian menuju Gunung Rinjani yaitu jalur pendakian Senaru, Lombok Barat dan Sembalun, Lombok Timur.
Ia mengatakan, pemandu wisata di NTB yang aktif bekerja memandu wisatawan sebanyak 150 orang dari sekitar 380 anggota, sedangkan sisanya masih belum aktif akibat menurunnya kunjungan wisatawan sejak peristiwa Bom Bali 2002.
"Tetapi sekarang sudah sedikit bergairah dengan adanya program pemerintah daerah yang akan mendatangkan satu juta wisatawan melalui 'Visit Lombok-Sumbawa' 2012," ujarnya.
Ia mengatakan, untuk bisa mempromosikan objek wisata di daerah ini, seorang pramuwisata tidak saja dituntut menguasai tentang objek wisata tetapi mereka juga harus menguasai hal-hal lain seperti teknik memandu yang baik dan cara mempromosikannya.
Dengan penguasaan berbagai wawasan tentang objek wisata unggulan daerah dan tata pelayanan yang baik oleh pramuwisata itu bisa menjadi alat yang paling efektif untuk mempromosikan objek-objek wisata yang ada di NTB.
Untuk meningkatkan kemampuan para anggota, kata Fatwir, pihaknya rutin memberikan pelatihan dan pembinaan kepada anggota terutama dalam hal pengusaaan bahasa asing guna meningkatkan kualitas pelayanan.
"Kita berharap dengan kenyamanan yang diperoleh para wisatawan selama dipandu oleh para pemandu wisata di daerah ini, mereka akan menceritakan pengalamannya kepada kerabat atau rekan-rekannya di negara asalnya," ujarnya.
Program mendatangkan satu juta wisatawan merupakan pekerjaan yang tidak mudah dan harus kerja keras dengan membuat jaringan-jaringan antar pelaku pariwisata khususnya pramuwisata di daerah ini dengan pelaku pariwisata yang ada di luar negeri.
Sektor pariwisata adalah sektor yang melibatkan multi efek maka semua unsur harus bersatu, baik unsur sosial, ekonomi, budayawan dan agamawan agar kompak dan menyatukan persepsi dalam memajukan daerah ini menjadi daerah yang bersaing melalui sektor pariwisata.
"Tidak mungkin kita sendirian yang melakukan promosi tetapi juga perlu ada orang lain yang mempromosikan keunggulan pariwisata daerah kita terutama di dunia internasional," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026