Festival Pemilu angkat isu lingkungan

id Festival Pemilu, Isu Lingkungan, Pilpres, Capres-Cawapres

Festival Pemilu angkat isu lingkungan

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando (kanan) bersama Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu (tengah) bersama dan Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid (kiri) menjadi pembicara saat diskusi pada Festival Pemilu di Jakarta, Minggu (28/1/2024). Festival Pemilu tersebut digelar sebagai dialog antara generasi muda dengan calon legislatif dan tim pemenangan calon presiden dan wakil presiden yang diantaranya membahas tentang lingkungan, pendidikan dan ekonomi kreatif. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.

Jakarta (ANTARA) - Festival Pemilu 2024 yang diinisiasi oleh Bijak Memilih dan didukung oleh pilahpilih.id mengangkat isu lingkungan, dalam diskusi dengan tiga perwakilan capres dan cawapres.

Project Lead pilahpilih.id Elok F. Mutia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, mengungkapkan dalam panel tanya jawab terkait isu lingkungan dan transisi energi, para juru bicara dan perwakilan capres/cawapres belum mampu menunjukkan pemahaman yang mendalam, dan menjawab keresahan pemilih muda tentang berbagai permasalahan lingkungan di Indonesia.

“Bahkan dalam dokumen visi misi para kandidat ada yang sudah menyebut penggunaan geothermal atau dengan panel surya, namun belum menyebutkan target yang jelas. Kami ingin mereka menyebutkan target, iya transisi tetapi berapa jumlahnya,” katanya menegaskan.



Dia menyayangkan, visi misi itu belum sepenuhnya dipahami oleh para juru bicara yang hadir. Dalam panel diskusi tersebut, masing-masing perwakilan partai pendukung kandidat yang juga merupakan calon anggota legislatif dari partai pendukung tampak tidak menjabarkan secara mendalam agenda visi misi dari calon yang diusung terkait isu lingkungan.

“Ini membuktikan mengapa legislatif dan pemerintah jadi sering tidak sejalan dengan kebijakan lingkungan atau antar sektor. Karena kadang ketika berbicara tidak selaras, karena agenda dan visi misi mereka tidak disampaikan dengan tepat kepada pendukungnya,” ungkap Mutia.

Hadir dalam panel diskusi ini, Jazilul Fawaid dari PKB yang mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Ade Armando dari PSI pendukung paslon nomor urut 02, serta Masinton Pasaribu dari PDIP yang mendukung paslon nomor urut 03.

Sementara itu, Gus Jazil mengatakan pihaknya menempatkan isu lingkungan sebagai isu yang penting. Hal itu terlihat dari berbagai kegiatan terkait kesadaran lingkungan yang telah digelar selama ini.

“Dalam visi misi kami Keadilan Ekologis menjadi prioritas ketiga yang diusung. Debat kemarin Pak Muhaimin juga mengajak taubat ekologis untuk Indonesia yang mensuplai karbon, alam kita rusak,” ungkapnya.

Sementara itu Ade Armando dalam kesempatan yang sama mengaku tidak bisa menjabarkan terkait dengan visi misi yang diusung khusus tentang isu lingkungan.  Namun, ia meyakinkan dari partainya ada sejumlah pihak yang merancang peraturan mengenai polusi, transisi energi, dan lingkungan hidup.

“Ternyata buat anak muda isu lingkungan itu sangat penting dibandingkan ketika memperjuangkan korupsi, teman-teman lebih mendalam menghadapi masalah
lingkungan, saya minta maaf tapi saya yakin PSI punya programnya,” katanya.

Selanjutnya, Masinton menyebut bahwa mengatasi persoalan lingkungan hidup adalah tentang ideologi dan keberpihakan terhadap alam dan masa depan generasi.

“Contoh umpama di DPR ada Undang-undang Energi Baru Terbarukan, UU Minerba, UU Lingkungan hidup yang harus dibedah sampai sejauh mana keberpihakan UU
tersebut dalam melindungi lingkungan kita, sejauh mana UU itu berpihak kepada kepentingan hijau industri kita,” katanya.

Baca juga: Cegah golput, Relawan Prabowo-Gibran buat aplikasi Suarapagi.id
Baca juga: KPU Lombok Tengah adakan simulasi penggunaan Sirekap Pemilu 2024


Sebelumnya, survei daring yang dilakukan oleh pilahpilih.id terhadap ribuan pemilih muda dari seluruh provinsi juga mengungkap bahwa 90 persen responden khawatir terhadap masa depan lingkungan.

Survei yang sama juga menemukan bahwa isu lingkungan akan menjadi faktor kunci yang mempengaruhi pilihan anak muda dalam pemilu mendatang. Temuan di survei pilahpilih.id juga menunjukkan bahwa 87 persen pemilih muda merasa bahwa isu lingkungan belum cukup dibahas secara mendalam di berbagai diskusi politik menjelang pemilihan umum.