Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan, rencana pembangunan jalan bypass yang menghubungkan Pelabuhan Lembar sampai Pelabuhan Kayangan dirancang multifungsi yang dapat juga digunakan sebagai landasan pacu darurat bagi pesawat tempur TNI AU.
"Dalam audiensi dengan Menteri Pertahanan bahwa jalur tersebut dirancang memiliki fungsi tambahan sebagai landasan darurat bagi pesawat tempur jika dibutuhkan," kata Iqbal di Mataram, Minggu.
Ia mengakui, rencana menjadikan jalan bypass dari Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat sampai Pelabuhan Kayangan di Kabupaten Lombok Timur didarati pesawat tempur sudah mendapat restu dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Alasannya, karena Pulau Lombok berada di jalur pelayaran internasional yang sangat strategis.
"Dukungan dari Menteri Pertahanan sudah kita dapatkan," ujarnya.
Baca juga: Pembangunan Jalan Bypass Lembar-Kayangan Lombok dimulai 2027
Iqbal menyatakan, rencana pembangunan jalan strategis yang menghubungkan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur tersebut akan memangkas waktu tempuh logistik dan mobilitas masyarakat di Pulau Lombok.
"Jalan dari Lembar ke Kayangan sepanjang sekitar 15 kilometer sebagian besar berada di wilayah Lombok Tengah. Nantinya perjalanan dari Lembar ke Kayangan bisa ditempuh sekitar dua jam saja," kata Iqbal.
Ia menargetkan proyek tersebut dapat mulai dibangun setelah proses desain dan penyelesaian persoalan lahan selesai.
"Studi kelayakan sudah ada. Dalam satu sampai dua bulan ke depan akan masuk tahap detail desain. Setelah itu kita selesaikan persoalan tanah, dan tahun berikutnya mulai pembangunan. Mudah-mudahan bisa selesai tahun 2028 atau paling lambat awal 2029," terangnya.
Baca juga: Pembangunan tol Lembar-Kayangan Lombok diganti jalan bypass
Menurutnya, pembangunan jalur ini akan membantu menurunkan biaya transportasi logistik di NTB.
"Jika transportasi lebih murah, biaya angkut sapi, bawang, dan berbagai komoditas lainnya juga akan turun. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah selatan," katanya.
Diketahui pembangunan jalan bypass ini membutuhkan anggaran Rp3,5 triliun. Anggaran ini mencakup untuk pembangunan jalur baru dari Sengkol Lombok Tengah sampai Pringgabaya Lombok Timur. Kemudian, peningkatan jalan dari Bundaran Gerung Lombok Barat sampai Bandara Internasional Lombok di Lombok Tengah.
Baca juga: Gubernur NTB Iqbal bertemu AHY bahas jalan Lembar-Kayangan
Dari anggaran Rp3,5 triliun, segmen Sengkol-Pringgabaya menyerap porsi terbesar, yakni sekitar Rp2,8 triliun. Sementara itu, peningkatan Bypass Bandara Internasional Lombok sepanjang 20,4 kilometer membutuhkan Rp700 miliar.
Pembangunan jalan bypass ini merupakan kelanjutan jaringan bypass Bandara Internasional Lombok-Mandalika dan bypass Bundaran Gerung-Bandara Internasional Lombok yang sebelumnya dibangun pemerintah pusat.
Untuk desain trase bypass sengaja diarahkan mengikuti jalan kabupaten dan kawasan minim permukiman. Strategi ini diambil untuk menghindari lonjakan biaya pembebasan lahan.
Jalan tersebut rencananya dibangun dengan lebar 25-30 meter, dua jalur dan empat lajur, dilengkapi jalur lambat di beberapa titik persimpangan seperti pada bypass Mandalika.
Baca juga: NTB menyuarakan kembali pembangunan Jalan Bypass Lembar-Kayangan
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026