Program Perempuan Inovasi kembali dibuka 2024 ini

id perempuan inovasi,pemberdayaan perempuan,pendidikan perempuan

Program Perempuan Inovasi kembali dibuka 2024 ini

Aktris Dian Sastrowardoyo (kanan) dalam gelar wicara tentang pemberdayaan perempuan di Jakarta, Kamis (7/3/2024). (ANTARA/Putri Hanifa)

Program inovasi ini akan dibuka kembali tahun ini dan mencari lebih banyak peserta untuk dibekali dengan keterampilan yang relevan tadi
Jakarta (ANTARA) - Program Perempuan Inovasi yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kemampuan dan memberdayakan perempuan kembali dibuka pada tahun 2024.

"Program inovasi ini akan dibuka kembali tahun ini dan mencari lebih banyak peserta untuk dibekali dengan keterampilan yang relevan tadi. Target kita akan lebih besar, bertambah 20 ribu dari angka yang 16 ribu di 2023," kata Aktris Dian Satrowardoyo selaku pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo dalam gelar wicara di Jakarta, Kamis.

Namun, Dian belum menyampaikan informasi terperinci mengenai rencana pelaksanaan program tahun ini, termasuk tanggal pembukaan pendaftaran calon peserta program.

Baca juga: Perempuan dan eksistensinya dalam upaya pembangunan bangsa

Program Perempuan Inovasi mencakup pelatihan koding dan UI/UX serta peningkatan soft skill dan kepemimpinan bagi perempuan.

Program itu dijalankan untuk membantu perempuan mengatasi hambatan dalam upaya mengembangkan diri, baik hambatan dalam hal akses maupun persepsi diri.

"Kita ingin melihat apa yang membatasi perempuan untuk mengembangkan diri. Terkadang ada yang confident level-nya itu tidak percaya diri, atau misalnya mengeluh nanti bisa atau tidak menyeimbangkan perannya dalam keluarga dan sekolah. Jadi belum mulai pun mereka sudah punya keraguan diri dari diri sendiri, belum lagi yang dari orang lain," kata Dian.

Ia mengatakan bahwa bekal yang diperoleh dari Perempuan Inovasi akan melengkapi dan memperkaya pengetahuan maupun keahlian yang telah dimiliki oleh peserta program dan membantu mereka dalam mengembangkan diri.

Baca juga: KemenPPPA prioritaskan berdayakan perempuan penyintas kekerasan
Baca juga: Menteri PPPA harapkan sinergi kolaborasi wujudkan perempuan berdaya-anak terlindungi