"Anggaran tersebut akan kita kembalikan ke kas daerah dan proyek itu kami usulkan kembali melalui APBD 2018"
Mataram (Antara NTB) - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura menyebutkan proyek sebesar Rp2,5 miliar tahun ini batal dilaksanakan karena keterbatasan waktu pelaksanaan.

"Anggaran tersebut akan kita kembalikan ke kas daerah dan proyek itu kami usulkan kembali melalui APBD 2018," katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin.

Penyataan itu disampaikannya seusai mengikuti rapat evaluasi serapan APBD Kota Mataram 2017 yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Mataram H Effendi Eko Saswito.

Ia mengatakan dua proyek gagal dilaksanakan tahun ini adalah proyek pembangunan perluasan Kantor Badan Keuangan Daerah (BKD), sebesar Rp1,5 miliar bersumber dari APBD perubahan 2017.

Batalnya pelaksanaan proyek tersebut karena gagal tender, sebab empat penawaran yang masuk dari pihak kontraktor tidak ada satupun yang memenuhi persyaratan.

"Kalau kita tender ulang, maka waktu pelaksanaan tidak mencukupi mengingat akhir tahun anggaran tinggal dua bulan lagi," katanya.

Begitu juga dengan proses proyek pembutan desain pembangunan Kantor Wali Kota Mataram di Jalan Lingkar Selatan sebesar Rp1 miliar batal karena waktu sudah sangat mendesak.

Jika dihitung waktu efektif untuk tender dan pengerjakan oleh konsultan selama satu bulan 20 hari, maka proyek pembuatan desain kantor wali kota tidak bisa tuntas hingga akhir tahun anggaran.

"Karena itulah, dua proyek dengan total Rp2,5 miliar kita tunda dan kami akan ajukan kembali melalui APBD 2018," katanya lagi.

Lebih jauh Mahmuddin menyebutkan serapan anggaran fisik di dinasnya saat ini sudah tercatat sebesar 79,98 persen. Sedangkan untuk serapan keuangan terealisasi 47,38 persen dari total anggaran Rp161 miliar.

Menurutnya, masih rendahnya realisasi keuangan disebabkan keterlambatan proses penyerahan proyek, namun demikian diyakini realisasi akan meningkat di bulan November 2017.

"Kami optimistis realisasi fisik dan keuangan di bulan November bisa mencapai target yang diharapkan," ujarnya. (*)


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026