Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, berkomitmen memberikan layanan publik inklusif guna meningkatkan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Lalu Alwan Basri di Mataram, Selasa, mengatakan, salah satu upaya dilakukan melalui pelatihan bahasa isyarat tingkat dasar dan lanjutan bagi aparatur pelayanan publik demi menghadirkan pelayanan publik yang optimal dan inklusif.

Dia mengatakan berbagai fasilitas fisik bagi penyandang disabilitas, seperti akses kursi roda dan sarana pendukung di ruang publik maupun perkantoran telah disiapkan.

"Namun, kemampuan berbahasa isyarat bagi aparatur pelayanan publik masih menjadi kebutuhan yang harus kami perkuat," katanya.

Baca juga: Perusahaan di Mataram diminta buka peluang kerja bagi disabilitas

Terkait dengan itu, Pemerintah Kota Mataram bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Mataram tengah menggelar kegiatan pelatihan bahasa isyarat tingkat dasar dan lanjutan.

"Kemampuan bahasa isyarat, terutama bagi pimpinan dan petugas layanan publik di dinas-dinas, memang harus dimiliki untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mempermudah akses informasi, serta mewujudkan sarana layanan yang ramah bagi penyandang disabilitas," katanya.

Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari diikuti puluhan perwakilan dari sejumlah dinas/instansi lingkup Pemerintah Kota Mataram, terutama dinas layanan publik, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Baca juga: Dinsos Mataram siapkan bantuan alat bantu penyandang disabilitas

Menurutnya, inisiasi pembelajaran bahasa isyarat sebenarnya telah dimulai sejak 2023, diawali dengan program membaca Al Quran dalam bahasa isyarat dan pelatihan kali ini menjadi kelanjutan dari komitmen tersebut, dengan materi tingkat dasar hingga lanjutan.

"Semoga ke depan seluruh perangkat daerah dapat turut serta meningkatkan kapasitas aparatur dalam bahasa isyarat guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," katanya.

Pemerintah Kota Mataram, tambah Sekda, menginginkan agar pelayanan di kejaksaan maupun di seluruh perangkat daerah di Kota Mataram benar-benar ramah dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat.

Baca juga: RTH Pagutan Mataram dilengkapi aksesibilitas bagi disabilitas

Kepala Kejaksaan Negeri Mataram Gde Made Pasek Swardhyana sebelumnya mengatakan, pelatihan bahasa isyarat ini merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian terhadap saudara-saudara penyandang disabilitas, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kesetaraan pelayanan.

"Pelatihan bahasa isyarat bagian upaya kami memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali sekaligus menjadi sarana penyegaran, karena kemampuan bahasa isyarat perlu terus dilatih agar tidak lupa," katanya.

 



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026