Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan hunian sementara (Huntara) di kawasan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) nelayan di Bintaro, sebagai langkah mitigasi dan antisipasi terhadap potensi bencana alam gelombang pasang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Lalu Alwan Basri di Mataram, Selasa, mengatakan, huntara itu disiapkan sebagai tempat pengungsian yang lebih layak bagi warga jika sewaktu-waktu terjadi bencana seperti abrasi pantai dan banjir rob di wilayah Mataram.

"Jumlah huntara yang kami siapkan di Bintaro sebanyak 20 unit," katanya.

Dia mengatakan, pembangunan huntara tersebut mengedepankan prinsip kesiapsiagaan pemerintah menghadapi cuaca ekstrem berupa gelombang pasang yang memicu terjadinya abrasi pantai dan banjir rob dan berdampak kepada warga yang tinggal di kawasan pesisir.

Pemerintah kota, lanjutnya, berkomitmen untuk bertindak sebelum bencana terjadi dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi warga.

"Kita siapkan sarana prasarananya terlebih dahulu, ini adalah bagian dari mitigasi," katanya.

Baca juga: Hutan Kota Giong Siu disebut sabuk hijau mencegah banjir di Mataram

Sekda mengatakan, huntara itu dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pengungsi dibandingkan dengan tenda darurat, terutama terkait fasilitas sanitasi dan kelayakan tempat tidur.

"Selain untuk keperluan darurat bencana, fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan oleh keluarga nelayan dengan berkoordinasi melalui pihak camat atau lurah setempat," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram M Nazaruddin Fikri mengatakan huntara tersebut awalnya dibangun bagi warga terdampak banjir rob di wilayah pesisir Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan pada awal Januari 2026.

Baca juga: RTH Pagutan Mataram punya peran ekologis atur iklim mikro

Pembangunan huntara merupakan respons cepat Wali Kota Mataram dalam mengevakuasi sebanyak 20 kepala keluarga (KK) warga yang terdampak banjir rob awal tahun 2026.

"Dengan tambahan huntara tersebut, total kapasitas hunian sementara di kawasan Bintaro kini mampu menampung hingga 80 KK," katanya.

Selain penyediaan hunian, di kawasan tersebut kini sedang dibangun Kampung Nelayan Merah Putih sebagai solusi terpadu bagi masyarakat pesisir. Program itu tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga pengembangan kawasan ekonomi terintegrasi bagi nelayan dan warga sekitar.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026