Mataram (ANTARA) - Hutan kota Giong Siu seluas 1,2 hektare memiliki fungsi strategis sebagai sabuk hijau bagi penanggulangan masalah banjir di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bahana Lestari, Musawir, mengatakan fungsi ekologis Ruang Terbuka Hijau (RTH) Giong Siu yang berada di tengah pemukiman menjadi tumpuan dalam menyerap limpasan air hujan.
"Dulu lokasi ini tadah hujan atau limpahan banjir. Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menanami pohon-pohon untuk menanggulangi banjir," ujarnya di Hutan Kota Giong Siu, Mataram, Jumat.
Hutan kota Giong Siu berada di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Aliran sungai kecil di kawasan Babakan membelah area Giong Siu yang menjadikan hutan kota tersebut kian asri sebagai destinasi wisata alam.
Musawir menceritakan sejarah Hutan Kota Giong Siu sebagai lahan tidak terawat. Kala itu Kelompok Remaja Babakan lantas berinisiatif untuk mengelola kawasan itu menjadi ruang terbuka hijau yang teduh oleh pepohonan.
Pemkot Mataram membangun bendungan atau dam di kawasan Giong Siu untuk menangani limpahan air agar wilayah bagian barat yakni Mapak tidak tenggelam.
Menurutnya, keberadaan Giong Siu mampu mengubah aliran air yang seharusnya mengalir deras ke arah barat. "Memang ada dam di sana (Mapak), tapi tidak bisa menampung," kata Musawir.
Pada 6 Juli 2025 saat banjir melanda sebagian besar wilayah Kota Mataram, kata dia, kawasan Giong Siu tidak terdampak parah meski genangan banjir di sekitar hutan kota tersebut terbilang tinggi.
Baca juga: BMKG keluarkan peringatan dini kebakaran hutan dan lahan di NTB
Lebih lanjut Musawir menyampaikan Kelurahan Babakan butuh tambahan ruang terbuka hijau agar punya peran serupa dengan Giong Siu dalam mengendalikan limpasan air hujan.
Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi ekologis dengan menambah tutupan vegetasi tanaman hutan.
Pokdarwis Bahana Lestari telah melakukan penanaman aneka pohon, seperti durian, lengkeng, dan nangka, agar kawasan itu dapat memberikan manfaat tambahan sebagai sumber air, oksigen, dan ekonomi.
Baca juga: 10 hektare kawasan hutan di Lombok Tengah untuk wanatani
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram melakukan kajian untuk menyiapkan petugas serta alat untuk mengoptimalkan kolam retensi Giong Siu guna mencegah banjir saat musim hujan.
Kepala Dinas PUPR Mataram Lale Widiahning mengatakan kolam retensi seluas 3.000 meter persegi di Giong Siu bisa menampung debit air ketika puncak musim hujan.
Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mataram Tahun 2025-2029 mengamanatkan penataan kawasan Mataram bagian selatan guna memperkuat kebijakan mitigasi bencana alam.
Pewarta : Sugiharto Purnama/Widya
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026