Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan intensitas ringan berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026, bertepatan dengan pelaksanaan Shalat Idul Fitri.

"Hujan ringan berpotensi terjadi di Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Dompu, Bima, dan Kota Bima," demikian pernyataan resmi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok yang diakses di Mataram, Jumat.

Hujan ringan intensitas 0,1 sampai 5 milimeter per jam tersebut bisa berdampak terhadap pelaksanaan salat Idulfitri yang secara umum dilaksanakan di ruang terbuka seperti lapangan.

Intensitas hujan yang tergolong ringan dapat mengganggu kenyamanan jemaah, terutama pada waktu pelaksanaan salat yang berlangsung pada pagi hari.

Baca juga: Waspada! hujan menengah masih mengguyur NTB akhir Maret

Sementara itu, cuaca berawan tebal saat pagi berpotensi menyelimuti wilayah Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Sumbawa Barat. Kondisi cerah berawan hanya berpeluang terjadi di Kabupaten Sumbawa.

BMKG menyebutkan suhu udara di NTB berada pada kisaran 22 hingga 32 derajat Celsius dengan kecepatan angin rata-rata sekitar 14 kilometer per jam. Pola cuaca tersebut relatif merata di hampir seluruh kabupaten/kota.

Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat, termasuk dengan menyiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan.

Selain itu, panitia pelaksana salat Idulfitri juga disarankan mempertimbangkan alternatif lokasi ibadah guna mengantisipasi hujan saat pelaksanaan salat berlangsung.

Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Ketika alam menguji Lebaran di NTB
Baca juga: BMKG: Mudik Lebaran di NTB berpotensi diguyur hujan
Baca juga: Pertengahan Maret, NTB masuki fase redanya hujan lebat



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026