Istanbul (ANTARA) - Iran "tidak akan menahan diri sama sekali" jika infrastrukturnya diserang, kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Jumat, di tengah eskalasi yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

"Kami memiliki informasi intelijen tentang rencana Israel untuk menyerang infrastruktur. Sekali lagi: Tidak akan ada pengekangan sama sekali jika infrastruktur kami diserang," tulis Araghchi di akun media sosial X, sambil mengunggah video yang menampilkan pernyataan Presiden AS Donald Trump.

Rakyat Iran "adalah pria dan wanita yang berprinsip," katanya, menambahkan: "Rakyat Iran tidak melakukan serangan mendadak terhadap musuh saat sedang berdialog. Hanya ketika diserang barulah kami merespons dengan kuat."

Dalam video yang diunggah oleh Araghchi, Trump terlihat mengatakan bahwa dia percaya Iran akan menyerang AS berdasarkan informasi yang dia terima dari para pejabat tinggi AS.

Baca juga: Memanas! Iran targetkan semua pangkalan AS di Timur Tengah

"Jika kami tidak melakukan ini pada saat kami melakukannya, saya pikir mereka memang berniat menyerang kami," tambah presiden AS itu.

Sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga kini telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, permusuhan telah meningkat.

Baca juga: Iran: 100 lebih situs bersejarah hancur akibat serangan AS-Israel

Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Sumber: Anadolu

 

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026