Okupansi Hotel di NTB Naik 90 Persen

id okupansi hotel ntb,pariwisata ntb,lalu hadi faesal,phri ntb

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat Lalu Hadi Faesal. (Foto Antaranews/Iman).

Saat ini okupansi hotel kita di NTB, khususnya Lombok sudah sampai 90 persen. Ini untuk hotel bintang dan non bintang kita sedang `high season`
Mataram (Antaranews NTB) - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Nusa Tenggara Barat Lalu Hadi Faesal menyebutkan tingkat hunian kamar hotel di Pulau Lombok rata-rata melonjak hingga mencapai angka 90 persen.

"Saat ini okupansi hotel kita di NTB, khususnya Lombok sudah sampai 90 persen. Ini untuk hotel bintang dan non bintang kita sedang `high season`," kata Ketua PHRI NTB Lalu Hadi Faesal di Mataram, Rabu.

Ia menuturkan, dari 10 ribu lebih kamar hotel baik untuk "city hotel" dan resort rata-rata semua terisi.

"Jadi baik yang `city hotel` dan resort sama-sama penuh, bahkan satu hotel itu 97-100 persen terisi," ujarnya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB ini, mengungkapkan tingginya hunian kamar hotel ini di dorong banyak kegiatan yang diselenggarakan di Lombok, baik kegiatan berskala nasional maupun internasional.

Seperti kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) yang di ikuti 36 negara dan kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tingkat nasional dari seluruh daerah di Indonesia.?

"Jumlah ini belum ditambah lagi kegiatan-kegiatan lain yang juga berskala besar maupun kecil juga ikut mendorong meningkatnya hunian hotel di Lombok," katanya.

Diakuinya, jika saat ini pertumbuhan pariwisata NTB sangat pesat. Hal ini membuktikan bahwa tingkat kepercayaan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara ke NTB sangat tinggi.

Bahkan pihaknya optimistis target 4 juta kunjungan wisatawan di tahun 2018 ke daerah itu dapat tercapai.

"Kita optimis angka ini ini akan terus meningkat, meski kedepan ada bulan puasa. Tapi itu bukan jadi masalah, karena kita sudah siapkan strategi khusus agar wisatawan tetap datang meski sedang berpuasa, melalui program bulan belanja murah atau kita singkat BBM yang akan diluncurkan di bulan ramadan tahun ini," jelasnya.

Menurut dia, program BBM ini semua dilakukan targetnya umum untuk menutupi kelesuan saat bulan puasa. Sebab, okupansi kamar hotel saat ramadan cenderung turun atau di kisaran angka 40 persen.

Karena itu, melalui program BBM tersebut diharapkan bisa memberikan gairah kepada wisatawan untuk berkunjung ke NTB. Karena akan banyak diskon yang diperoleh bagi para wisatawan yang datang.

"Kegiatan ini dihajatkan bagi orang yang mau berbuka bersama di hotel maupun restoran dengan harga murah dan memadai saat bulan ramadan," kata Lalu Hadi Faesal. (*)
Pewarta :
Editor: Nur Imansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar