Umat Kristiani mataram doakan korban tsunami

id Misa natal,Umat kristiani,Rayakan natal

Suasana Malam Natal di GBIP Immanuel, Gambir, Jakarta Pusat, Senin. (Indra Arief Pribadi)

Mataram (Antaranews NTB) - Umat Kristiani di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang sedang menjalankan ibadah Misa Natal 2018 di Gereja Santa Maria Immaculata, Senin malam, turut mendoakan para korban tsunami di Banten dan Lampung.

"Kami ikut prihatin dan berduka atas musibah yang kembali terjadi, selain di Lombok dan Palu, menyusul lagi di Banten dan Lampung. Kami doakan semoga keluarga yang menjadi korban diberikan ketabahan dan kekuatan, Amin," kata Pastor RD Laurensius Maryono kepada Antara.

Untuk NTB sendiri, Pastor RD Laurensius Maryono bersama jamaah Gereja Santa Maria Immaculata Mataram berharap kondisi pascagempa dapat segera pulih, terutama trauma masyarakat dengan gempa yang masih saja terjadi.

"Dalam momentum perayaan Natal ini kami juga mengharapkan masyarakat NTB bisa segera bangkit dari keterpurukan gempa. Semoga semuanya cepat pulih dan bisa kembali menata hidup yang lebih baik," ujarnya.

Dari perayaan Natal tahun ini, jamaah Gereja Santa Maria Immaculata dikatakan turut membangun kepedulian bagi korban gempa di Lombok. Sebuah kegiatan kemanusiaan yang lahir dari makna musibah.

"Makna Natal tahun ini kita bisa membangun jaringan solidaritas kepada saudara kita yang mengalami musibah bencana. Semoga dengan apa yang telah kita perbuat bisa bermanfaat," ucapnya.

Tsunami menerjang Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12) malam tanpa didahului gempa bumi. Karena itu, BMKG menduga tsunami terjadi akibat aktivitas vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda.

Pascatsunami, data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Senin (24/12) pukul 07.00 WIB, tercatat ada sebanyak 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi.

Untuk kerusakan fisik menyebutkan ada 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar