Mataram, 3/8 (ANTARA) - Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Juni 2009 meningkat 44,81 persen dibandingkan Mei 2009 sebesar 35,72 persen.

   "TPK bulan Juni tahun ini juga meningkat 0,82 persen jika dibandingkan dengan TPK pada Juni 2008 yang mencapai 43,99 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik, NTB, Mariyadi Mardian, di Mataram, Senin.

   Menurut dia, peningkatan TPK hotel berbintang tersebut dipengaruhi oleh banyaknya kegiatan rapat atau pertemuan skala nasional yang digelar di sejumlah hotel berbintang di NTB.

   Berdasarkan kelas hotel, TPK hotel tertinggi dicapai oleh hotel bintang satu yakni sebesar 57,68 persen, kemudian diikuti oleh hotel bintang empat sebesar 51,62 persen, sedangkan TPK terendah adalah  hotel bintang dua dengan TPK hanya sebesar 26,17 persen.

   Peningkatan angka TPK itu, katanya, juga diikuti oleh meningkatnya jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Juni 2009, yakni mencapai 19.071 orang yang terdiri dari 14.587 orang tamu dalam negeri atau 76,49 persen dan 4.484 orang tamu asing atau 23,51 persen.

   Jumlah tamu yang menginap pada bulan Juni 2009 tersebut meningkat sebesar 18,11 persen jika dibandingkan pada bulan sebelumnya.

   Namun, kata Mardian, meningkatnya TPK hotel berbintang dan jumlah tamu yang menginap tidak diikuti oleh rata-rata lama menginap (RLM)

"RLM tamu pada bulan Juni 2009, hanya mencapai 2,41 hari, turun sebesar 0,13 hari jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,54 hari," ujarnya.

   Kondisi tersebut, menurut Mardian, disebabkan oleh sebagian besar tamu yang menginap adalah tamu yang mengikuti kegiatan rapat atau pertemuan yang tidak membutuhkan waktu lama.

   "Berbeda dengan orang yang betul-betul menginap di hotel untuk berlibur bisa berhari-hari atau berminggu-minggu," ujarnya.

   Secara umum RLM tamu asing lebih tinggi dibandingkan tamu dalam negeri. RLM tamu asing mencapai 3,31 hari, sedangkan RLM ramu dalam negeri 2,13 hari.(*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026