Jakarta, 4/8 (ANTARA) - Artis dan penyanyi dangdut Jaja Miharja menilai, sosok almarhum Mbah Surip sebagai figur sahabat yang suka menolong dan tidak pernah marah.

  "Dia orang yang baik pada sesama. Tak heran meninggalnya Mbah Surip mendapat perhatian dari orang banyak," katanya ketika melayat jenazah Mbah Surip di kediaman pelawak Srimulat Mamiek Prakoso, Jl Kerta Bhakti RT.02/RW.04, Kelurahan Makassar, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Selasa.

  Mbah Surip sekitar pukul 10:30 WIB meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) Angkatan Darat, Kramat Jati, Jakarta Timur.

  Menurut Jaja, Mbah Surip juga dikenal sebagai orang yang dermawan kepada fakir miskin. "Dia belum sempat menikmati hasil kerjanya karena sebagian disumbangkan kepada fakir miskin," ujarnya.

  Jaja mengaku selalu mengingat sosok Mbah Surip karena almarhum merupakan sosok yang paling mudah diingat oleh para kenalan dan sahabatnya.

  "Setiap bertemu dengan teman-teman dan sahabatnya, Mbah Surip selalu mengawali pembicaraan dengan tawanya yang khas, ha.. ha.. ha.. ha.. Itu yang paling mudah diingat," katanya yang mengaku sudah kenal lama dengan almarhum.

  Senada dengan itu, pelawak Srimulat Tarzan mengatakan, Mbah Surip pantas menjadi contoh teladan bagi bangsa karena jiwanya yang idealis dan suka menolong orang lain.

  Tarzan menambahkan, pada Selasa sore, jenazah almarhum akan dibawa ke masjid dekat kediaman Mamiek untuk dishalatkan dan setelah itu akan langsung dibawa ke Pemakaman Keluarga "Burung Merak" WS Rendra di kawasan Citayam, Depok. Namun rencananya, jenazah Mbah Surip akan dimakamkan pada Rabu (5/8).

  Pelawak lainnya, Sudarmaji alias Doyok mengatakan, para rekan dan sahabat mbah Surip sangat kehilangan atas kepergian almarhum untuk selamanya.

  Doyok mengaku sudah kenal lama dengan Mbah Surip. Bahkan, lagu "Tak Gendong", katanya, sudah dikenalnya sejak lama.

  Sedangkan artis yang baru saja meroket, Manohara Odelia Pinot, juga datang melayat almarhum Mbah Surip. Manohara, penggemar Mbah Surip yang datang dengan blus coklat dan rok hijau, menyatakan terkejut dan sedih mendengar Mbah Surip meninggal dunia secara mendadak.

  Mbah Surip yang berstatus duda itu meninggalkan empat anak dan empat cucu.

  Farid, salah satu anak Mbah Surip, masih terlihat shock dengan kepergian sang ayah dan belum bersedia diwawancarai.



Tukul prhatin

 

   Sementara itu, pelawak Tukul Arwana mengaku prihatin dengan keputusan Manajeman Kampung Artis yang menyatakan akan menarik mobil dan rumah Mbah Surip.

  "Saya kaget, baru saja meninggal kok sudah diambil keputusan itu," katanya.

  Tukul meminta ada sikap kemanusiaan dari pihak manajemen, mengingat ada anak Mbah Surip yang bisa menjadi ahli waris.

  Sebelumnya, Dirut Manajemen Kampung Artis, Sugama Trisnadi, mengatakan, pihaknya terpaksa menarik kembali mobil dan rumah yang digunakan Mbah Surip.

  Menurut dia, kontrak antara Manajemen Kampung Artis dengan Mbah Surip untuk selama tiga tahun, sementara kontrak itu sendiri baru ditandatangani pada 1 Juli 2009. Dengan demikian akhir masa kontrak masih jauh dari kesepakatan.

  Sugama mengatakan, aset berupa mobil dan rumah yang telah digunakan beberapa waktu oleh Mbah Surip tidak bisa diwariskan kepada ahli waris artis berambut gimbal itu.

  Karena, katanya, sepekan setelah penandatanganan kontrak Mbah Surip sempat meminta rumah dan mobil diatasnamakan kepada anaknya, namun manajemen menolak dan kini akan menarik kembali aset itu.

  Pada bagian lain, Tukul menilai sosok Mbah Surip sebagai orang yang konsisten terhadap apa yang diperjuangkan. "Kita sesama artis belajar dari konsistensi Mbah Surip dalam memperjuangkan sesuatu yang diinginkan," katanya.



"Tak Gendong"

 

   Mbah Surip (60) memiliki nama lengkap Urip Ariyanto, lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 5 Mei 1949 merupakan penyanyi beraliran Reggae yang belakangan ini sangat populer dengan lagu karyanya yang berjudul "Tak Gendong".

  Menurut situs ensiklopedia bebas Wikipedia, Mbah Surip pernah mendapatkan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori menyanyi terlama.

  Ia pernah ikut membintangi beberapa film dan beberapa kali pula tampil di televisi. Sebelum menjadi seniman, Mbah Surip menjalani berbagai macam profesi. Mulai pekerjaan di bidang pengeboran minyak, tambang berlian bahkan lelaki yang memiliki gelar Doktorandus, Insinyur, dan MBA ini pernah mengadu nasib di luar negeri seperti Kanada, Texas, Jordania, dan California, Amerika Serikat.

  Namun karena merasa nasibnya kurang baik, Mbah Surip mencoba peruntungan dengan pergi ke Jakarta. Ia pun bergabung dengan beberapa komunitas seni seperti Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki. Pada suatu waktu, nasib menentukan lain. Mbah Surip mendapat kesempatan untuk rekaman dan akhirnya meraih kesuksesan seperti sekarang.

  Dalam perjalanan musiknya, Mbah Surip telah mengeluarkan beberapa album musik. Album rekamannya dimulai dari tahun 1997 diantaranya, Ijo Royo-royo (1997), Indonesia I (1998), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003) dan barang Baru (2004). Lagu "Tak Gendong" itu sendiri konon diciptakan pada tahun 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat.(*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026