Mataram (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri menyadari organisasi-organisasi perempuan yang berkarir melalui usaha skala kecil, menengah, maupun besar punya andil dalam pembangunan ekonomi daerah.
"Organisasi wanita memiliki potensi besar untuk mendorong perubahan positif dalam berbagai aspek kehidupan kita khususnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Dinda sapaan akrabnya saat menghadiri musyawarah daerah ke-VII Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) di Mataram, Selasa.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang keadaan sosial ekonomi berdasarkan gender di Nusa Tenggara Barat pada 2023, pekerja perempuan mendominasi dalam lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan-minum, industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta lapangan usaha pendidikan yang masing-masing sebesar 7,58 persen, 15,78 persen, 25,60 persen, dan 9,47 persen.
Penduduk perempuan memiliki persentase yang cukup tinggi pada status berusaha sendiri sebanyak 22,81 persen, karena karakteristik pekerjaan pada status tersebut hanya menuntut kreativitas pribadi tanpa perlu dibantu oleh orang lain.
Baca juga: Wagub Dinda minta jajaran Pemprov NTB tak buat kegaduhan di publik
Pekerjaan seperti itu umumnya ada pada sektor perdagangan dan industri pengolahan, seperti berjualan, membuat kue, atau menjahit baju.
Saat ini keterlibatan perempuan dalam dunia kerja belum maksimal, salah satu penyebabnya adalah human capital atau modal yang dimiliki oleh tenaga kerja perempuan. Para tenaga kerja perempuan umumnya memiliki pendidikan, kompetensi, ataupun pengalaman yang relatif sedikit ketimbang tenaga kerja laki-laki.
Dinda menekankan agar Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) NTB terus berinovasi, beradaptasi, dan bersinergi dengan berbagai pihak baik pemerintah, swasta, maupun komunitas bisnis lainnya.
Baca juga: Wagub: Pemprov NTB sesuaikan program dan kebijakan dengan kondisi fiskal
Menurutnya, organisasi perempuan seperti IWAPI harus selalu mengembangkan UMKM yang dikelola perempuan agar naik kelas dan memiliki akses ke pasar yang lebih luas termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital dan program pemberdayaan berkelanjutan.
Berbagai organisasi perempuan di Nusa Tenggara Barat selama ini selalu bersinergi dengan program yang dimiliki organisasi perangkat daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Semua itu dalam rangka menyukseskan dan menyinergikan berbagai program sehingga tepat sasaran dan berdaya jangkau luas.
"IWAPI merupakan wadah sangat penting dalam memperkuat peran perempuan dalam pembangunan di daerah kita," pungkas Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri tersebut.
Baca juga: Wagub Dinda ajak jajaran sukseskan NTB Makmur Mendunia
Baca juga: Legislator kritisi rencana informasi satu pintu Wagub NTB