Mataram, 12/8 (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), KH. M. Zainul Majdi, mengajak para bupati dan walikota untuk mengoptimalkan fungsi bendungan guna mengatasi dampak El Nino.  

Ajakan itu disampaikan gubernur saat memimpin rapat koordinasi dengan para bupati dan walikota serta pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di Mataram, Rabu.

   "Saya minta bupati dan walikota mengecek kondisi bendungan maupun cekdam agar dipastikan berfungsi secara baik, dan dapat dioptimalkan untuk mengatasi dampak El Nino," ujarnya dihadapan bupati dan walikota Se-NTB.

   Sejauh ini, NTB telah memiliki lebih dari 50 unit bendungan dan embung/cekdam, lima unit diantaranya merupakan bendungan bervolume besar seperti Bendungan Batu Jai, Pengga, Batu Bulan, Pelaparado, Mamak dan Sumi.

   Volume tampungan air lima bendungan besar itu rata-rata diatas 15 juta meter kibik, bahkan yang terbesar mencapai 50 juta meter kibik.

   Gubernur menegaskan bahwa antisipasi terhadap dampak El Nino merupakan suatu keharusan dan hal itu akan terlaksana secara baik jika dikoordinasikan secara terpadu.

   Langkah antisipasi terhadap dampak El Nino itu merupakan tindaklanjut dari penegasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat telekonferensi dengan para kepala daerah, Kamis (30/7) lalu.

   Salah satu butir penegasan dalam telekonferensi itu yakni perlunya diambil langkah-langkah antisipasi terhadap dampak El Nino terhadap sebagian wilayah Indonesia, terutama terhadap ketersediaan pangan.

   El Nino merupakan fenomena alam dan bukan badai yang secara ilmiah diartikan dengan meningkatnya suhu muka laut di sekitar Pasifik Tengah dan Timur sepanjang ekuator dari nilai rata-ratanya.

   Fenomena El Nino menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang sehingga dapat menimbulkan kekeringan panjang, namun tingkat berkurangnya curah hujan itu sangat tergantung dari intensitas El Nino tersebut.

   Gubernur NTB periode 2008-2013 itu juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB selalu membuka diri bagi para bupati/walikota atau pimpinan SKPD tingkat kabupaten/kota yang ingin berkoordinasi soal penanganan dampak El Nino.

   "Kami selalu membuka diri, sekiranya apa yang bisa kami bantu silahkan dikoordinasikan dan kami pun akan mengkoordinasikan hal itu dengan pusat guna mengupayakan solusi atas penanganan dampak El Nino itu," ujarnya.

   Pemprov NTB sendiri tengah mengidentifikasi daerah rawan kekeringan akibat perubahan cuaca yang dipicu oleh gejala El Nino kemudian berupaya mengantisipasi tiga hal utama yakni ketersediaan bahan pangan, sistem distribusinya dan stabilitas harga.

   Ketersediaan air bersih dan sanitasi lingkungan agar terhindar dari wabah penyakit karena perubahan cuaca itu, juga menjadi perhatian serius Pemprov NTB.  (*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026