Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan aktivitas seismik yang tinggi membuat Nusa Tenggara Barat (NTB) diguncang sebanyak 516 gempa bumi selama Juli 2025.
"Sebaran gempa didominasi oleh aktivitas sesar aktif sekitar Tambora, zona subduksi Indo-Australia, serta Flores Back Arc Thrust," kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan dalam laporan di Mataram, Jumat.
Sumawan menjelaskan mayoritas gempa memiliki magnitudo di bawah 3,0 dan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Jenis itu tergolong gempa mikro dan umumnya tidak dirasakan oleh masyarakat.
Namun demikian, terdapat empat kejadian gempa yang dilaporkan dirasakan oleh warga di sejumlah wilayah NTB dan Bali.
Baca juga: NTB diguncang sebanyak 463 gempa sepanjang Juni 2025
Gempa paling kuat terjadi pada 17 Juli 2025 dengan kekuatan mencapai 5,7 magnitudo yang terjadi pada kedalaman 26 kilometer. Guncangan gempa yang berpusat di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur tersebut terasa hingga ke Nusa Tenggara Barat, Sumba Timur, dan Karangasem di Bali.
Aktivitas gempa terbanyak tercatat pada 3 Juli dengan 35 kejadian dalam satu hari. Keseluruhan gempa saat itu berada pada rentang kekuatan di bawah 3,0 magnitudo.
Sumawan memaparkan sebanyak 399 gempa juga tercatat pada kedalaman kurang dari 60 kilometer yang menunjukkan dominasi gempa dangkal di Nusa Tenggara Barat.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan hanya mengakses informasi dari sumber resmi yang terverifikasi," pungkasnya.
Baca juga: Lindungi wisatawan dari risiko bencana, NTB siapkan kontingensi
Baca juga: Anggota DPR dukung Sekolah Lapang Gempa Bumi-Tsunami di Lombok Tengah
Baca juga: BNPB ingatkan potensi gempa magnitudo 8,0 di NTB