Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah menyatakan Indeks Pembangunan Statistik (IPS) 2024 meraih nilai tertinggi se Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) atau masuk predikat baik.
"Alhamdulillah Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Lombok Tengah tahun 2024 meraih nilai tertinggi se-NTB. Ini menjadi kebanggaan bagi daerah kami," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lombok Tengah Muhammad saat acara rapat koordinasi Metadata Statistik Sektoral (sesi I) 2025 di ruang rapat kantor Dinas PUPR di Lombok Tengah, Rabu.
Ia mengatakan pentingnya penerapan Satu Data Indonesia (SDI) di Lombok Tengah sebagai dasar perencanaan pembangunan.
"indeks Pembangunan Statistik (IPS) Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tahun 2024 adalah 2,80 dengan predikat baik," katanya.
Baca juga: Indeks Pembangunan Statistik Bima masuk kategori baik
Ia berharap melalui kegiatan ini diharapkan data yang dihasilkan dapat mendukung program pemerintah daerah yang dilaksanakan untuk peningkatan pembangunan di Lombok Tengah.
"Semoga data yang dihasilkan sesuai yang diharapkan," katanya.
Sementara itu, Statistisi Ahli Muda Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Tengah Muhammad Zainuri menjelaskan materi rakor meliputi metadata kegiatan, metadata indikator, metadata variabel, serta pemanfaatan sistem rujukan statistik (Sirusa) dan DNA.
“Setiap OPD memiliki perbedaan dalam pengisian metadata statistik sesuai kegiatan masing-masing," katanya.
Baca juga: IPM NTB naik imbas perhelatan MotoGP
Ia mengatakan data ini nantinya akan diintegrasikan ke portal Satu Data Indonesia Lombok Tengah, yang telah terhubung dengan SDI pusat dan platform BPS, INDAH Hub.
"Ini untuk mendukung program satu data," katanya.
Ia mengatakan melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan data statistik sektoral di Lombok Tengah semakin terstandarisasi dan mendukung kebijakan pembangunan berbasis data yang akurat.
"Data yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan program yang dilaksanakan sesuai dengan sasaran," katanya.